(1) Manusia dalam badan Jasmaniahnya

Memasuki dunia nyata manusia menggunakan tubuh jasad atau jasmani, tanpa jasad tidak akan mungkin itu terjadi, dan dalam jasad tersebut terdapat ruh atau jiwa adalah pemberi kekuatan dan pemberi kehidupan pada badan jasmani ini dan tanpa jiwa atau roh maka manusia akan sama saja dengan benda mati, karena roh adalah pemberi kekuatan, kekuasaan dan daya pemelihara badan jasmani (selaput) dan badan jasmaniah menyimpan dan memelihara isinya (roh).

Jiwa dan Budi


Roh yang disebut jiwa atau Atma adalah permulaan Dzat yang memiliki pertalian dengan Dzat Ketuhanan, yang merupakan mula tertinggi. Roh dicerminkan sebagai daya cipta dan daya imajinasi manusia yang meneruskan, yang memelihara, yang menjaga dan melindungi. Dalam tubuh jasmani, roh memiliki kendaraan (sarana) untuk berkomunikasi dengan dunia fisik yang disebut sebagai Budhi atau jiwa rohani, budhi mengahamba pada roh. Jiwa rohani ini tidak memilki kesenangan dan nafsu, karena mengembangkan sisi baik manusia, dan menjadi sumber suara bathin.

Pada saat kedatangannya dialam kehidupan, jiwa kerohanian ini mendapat selaput yang dinamakan Kama atau Kamarupa  atau sifat baik ( sifat kemanusiaan) dan nafsu buruk (sifat kebinatangan), dan ini merupakan badan halus yang akan tetap lengket pada roh selama roh berada didaerah astral setelah meninggalnya manusia. Akan tetapi badan halus ini akan ditanggalkan apabila roh memasuki daerah kelangitan. Sepeninggal roh, badan halus (kama) akan menjadi bayangan yang akan menguap dan hilang. Badan halus (kamarupa) memiliki pertalian langsung dengan dunia fisik, nafsu, kesenangan dan keinginan yang menghinggapi badan halus merupakan sumber kekuatan untuk bertindak dan pertumbuhan fisik manusia. Penggalian keinginan dan nafsu akan melahirkan tindakan fisik melalui badan kasar, yang baik maupun yang buruk.

Didalam nafsu yang melekat pada badan halus, terdapat jiwa kebinatangan yang memunculkan keinginandan rasa ( senang-susah, cinta-bencai, dsb) dan ini merupakan sebuah keburukan yang melekat pada manusia tetapi ini memberi kekuatan untuk bergulat dan berjuang dalam kehidupan di dunia. Lapisan di luar Kamarupa adalah badan jasmaniah atau badan kasar. Biasanya apabila ada kecenderungan dari jiwa kebinatangan terlalu kuat maka budhi akan memberi peringatan, dan pergulatan jiwa kebinatangan dengan jiwa kerohanian menentukan perkembangan moral dan intelektual manusia. .

Roh, Budhi, kamarupa adalah unsure kehidupan dan di luar unsure-unsur tersebut berkembanglah badan kasar manusia yaitu badan fisik yang kasat mata, pengikat atau jembatan antara unsure kehidupan dan badan kasar manusia adalah Nafas atau Prana

Kekuatan pemikiran atau pertimbangannya disebut Manas, jiwa kerohanian akan cenderung melekat dengan Manas yang lebih tinggi ( aku yang tinggi) dan jiwa kebinatangan cenderung melekat pada manas yang rendah ( aku yang rendah). Oleh karena itu merupakan suatu kesatuan, keduanya akan terbagi menjadi dua kekuatan terpisah dan mempunyai kecenderungan yang berbeda. Dan sebetulnya diluar badan kasar berkembang selaput yang disebut Lingga Sharira atau lapisan kedua yang merupakan selaput struktur halus yang menyelimuti badan manusia yang sering disebut sebagai kulit halus, dan setelah kematian manusia akan berubah menjadi kulit yang secara perlahan-lahan akan lenyap.

Kulit halus


Dikarenakan menyelimuti badan kasar maka ukuran kulit halus lebih besar dari badan kasar, yang merupakan sarana jiwa kebinatnagan manusia menguasai daerah astral, dan kulit halus ini tidak hanya menyelimuti bagian luar tubuh manusia, melainkan juga merasuk ke dalam tubuh fisik dan melapisi semua organ tubuh kasar, dan menyerap magnet-magnet alamiah dari atmosfir kedalam badan manusia, cara kerjanya sama dengan spons penyerap yang menghisap air. Dan pada saat menyerap berbagai kekuatan di atmosfir, kulit halus juga terkena pengaruh daya tarik jiwa, zat yang memang lebih kuat dan halus bila dibandingkan magnet badaniahnya. Tetapi kemampuan kulit halus untuk menyerap magnetis badaniah dari orang lain akan berkurang dengan bertambahnya umur, disebakan sifat penyerapannya ketika orang lebih tua bersentuhan dengan orang lebih muda maka “etheris ganda” dari orang yang lebih tua akan menyerap magnet badaniah orang yang lebih muda dan memang orang yang lebih tua memerlukan magnet tersebut untuk daya tahan tubuh kasarnya. Oleh karena itu hindarilah agar orang muda jangan tidur bersama dengan yang sudah berumur. Bila orang yang lebih lemah berhubungan dengan orang lebih kuat, maka yang kuat akan memberikan magnetr badaniahnya kepada yang lebih lemah, pada saat orang sakit maka umumnya kulit halusnya tidak berfungsi.

Kekuatan fisik seseorang sangat ditentukan oleh pengaturan keseimbangan antara daya menyerap magnet dari luar dan daya serap dari luar, maka dari itu pada saat mengunjungi orang sakit seseorang harus berusia 14 tahun agar cukup kuat menjaga keseimbangan antara menyerap dan diserap karena dibawah usia itu kulit halusnya harus dilindungi oleh ibunya. Sama dengan orang lebih tua bersenggama dengan orang lebih muda, maka daya magnet yang lebih tua akan menyerap daya magnet yang lebih muda tersebut dan apabi9la kekuatan magnet ini terus menerus diserap sesorang akan dapat meninggal karena kehabisan daya magnetnya.

Terdapat orang yang memiliki daya magnet kuat luar biasa dan dan harus dihindari karena semuanya dari mulai manusia, binatang, tumbuhan akan ditarik kekuatannya dan pada hari pertama meninggalnya kulit halus menjadi “kulit” dan keluar dari jenasah.

Tali Jiwa


Keluarnya kulit halus tersebut akan emmutuskan tali jiwa atau “suratma” yaitu penghubung antara tubuh fisik dan unsure halus seseorang, secara fisik suratma tampak dalam prana. Terputusnysa tali jiwa sebenarnya merugikan badan halus yang masih membutuhkan roh, tetapi bagi roh, putusnya tali jiwa merupakan suatu keuntungan karena roh akan terlepas dari kulit halusnya dan bisa bebas menuju ke kelangitan dan biasanya ini terjadi pada hari ke 3 meninggalnya seseorang dan apabila seseorang meninggal secara mendadak, pemutusan baru terjadi beberapa tahun kemudian. Dan juga kulit halusnya belum terbebaskan dari ikatan dengan roh selama beberapa tahun, dan dalam kondisi tersebut belum dapat melepaskan diri secara alamiah semacam itu, kulit dan badan halus akan mengembara dan amat mudah dimasuki oleh pemikiran sehingga akan mempunyai kehidupan sendiri. Badan halus yang masih mengandung roh tersebut biasanya akan kembali kerumah tempat kediamannya ketika dia hidup dan mencaoba meneruskan kehidupannya sementara sebagai makhluk halus dengan mengambil magnet badaniah dari para penghuni rumah tersebut, dan ini membahayakan bagi orang yang masih hidup.

Beberapa orang dapat tanpa sadar melepaskan kulit halusnya untuk sementara, dan kulit halus akan tampak seperti badan kasar, perginya kulit halus dapat terjadi sesaat atau sebelum dan sesuadah kematian, pada kematian mendadak atau kecelakaan , kulit halus dapat segera keluar dari badan kasar. Bila keluar sebelum kematiannya, kulit halus akan miriop sosok hidup termasuk luka-lukanya apabila mengalami cedera. Bila keluar sesudah kematian, kulit halus akan keliahatan sebagai orang yang mati itu, sering kali sosok kulit halus ini akan muncul pada tempat yang jauh dari tempat meninggalnya yaitu tempat dimana yang diingat seseorang sebelum meninggalnya.

Kulit halus tanpa badan halus menjadikan badan halus tanpa pemikiran dan tergantung dari setiap pemikiran atau niat dari pemiliknya, dan selama tidur, kulit halus juga sering meninggalkan badan namuan disertai dengan badan halusnya dan ketika orang terbangun ia ingat apa yang ada dalam mimpinya adalah bukti bahwa badan halusnya telah keluar dari badan jasmaniahnya. Melalui suatu latihan seseorang dapat mengeluarkan ‘etheris ganda’  berikut badan astralnya dari badan kasar, dengan cara ini orang dapat muncul di suatu tempat yang dikehendaki dan tampat seperti badan kasarnya, sementara badan kasarnya yang ditinggalkannya seolah mati suri di tempatnya. Walaupun dalam praktek ini ada bahayanya, yaitu bdan kasar yang ditinggalkan badan halus dan kulit halus akan berada dalam kondisi tanpa magnet alamiah yang diperlukan dan tidak bisa bertahan terlalu lama tanpa perlindungan magnet dan badan halus, tetapi bila dapat melatih supaya roh keluar namun tetap meningalkan badan halus dan kulit halus maka kondisi badan halusnya tidak begitu berbahaya, karena badan halus dan kulit halus dapat melindungi dan memberi makan badan kasar yang ditinggalkannya, dan ini dapat terjadi bila sering dilatih secara keras. Dalam kondisi ini jiwa tetap terikat dengan tali kejiwaan pada badan kasarnya, pemutusan sedikit saja dari ikatan tali jiwa dapat mengakibatkan kematian pada badan kasarnya, artinya selama jiwa diluar, ikatan tali jiwa harus dijaga, dengan cara badan kasar harus dijauhkan dari banyak orang, tidak ada keributan disekitar badan kasar atau menyentuh tubuh yang mati suri itu. Tali kejiwaan jangan dipandang sebagai tali atau benang keduniawian, suratma adalah kekuatan jiwa yang menhubungkan jiwa dengan badan kasar dan berasal dari hokum Kshetrjna ( hokum kekuatan yang membentuk )

Proses Kematian


Jiwa di selimuti oleh 4 lapisan, yaitu;
  1. Roh kerohanian dan badan Kejiwaan ( budhi)
  2. Jiwa kemanusiaan atau kebinatangan yang disebut juga badan halus
  3. badan kasar jasmani
  4. Selaput jalus yang menyelimutinya yang di sebut “kulit halus” atau ‘pancaran magnet’
Dalam proses kematian seseorang, secara berurut lapisan-lapisan tersebut akan mengalami kematian dan proses perubahan:
  1. badan kasar (mati fisik, biologis)
  2. Selaput halus ( kulit halus) setelah keluar dari badan menjadi “kulit” dan lenyap
  3. Bdan halus pada kematiannya yang kedua dan dalam peralihan kekelangitan yang pertama dan
  4. Roh setelah peralihan ke kelangitan yang kelima
Melalui proses inilah, roh atau jiwa mengalami pemurnian, meninggalkan semua cacat, dan roh yang murni akhirnya setelah melalui kelangitan yang kelima, keenam dan ketujuh kembali kepada Tuhan.

(2) Kekuatan Penghidupan


Unsur Kehidupan Badan Kasar


Kekuatan yang menghidupkan jasmaniah (badan kasar ) manusia terdiri dari 3 unsurutama, yaitu
  1. Prana ( kekuatan yang menggerakkan bagian tubuh ), 
  2. Saman ( kekuatan magnet badaniah), dan 
  3. Karma atau naluri ( hokum dari perbuatan sebab dan akibat). 
Tubuh jasmani dan magnet badaniah merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yang membentuk kepribadian. Tubuh jasmaniah sendiri terdiri dari aliran berbagai zat kecil yang tidak terlihat, gas yang dipadatkan, dan udara yang merupakan campuran antara gas zat asam, gas zat nitrogen, gas zat air, dan gas zat asam arang. Zat gas-gas ini adalah unsure-unsur yang berdiri sendiri, namun karena kerja sama dari kedua unsure utama, maka menjadi satu kesatuan, dan dengan cara ini maka semua bagian tubuh akan selalu ada penggantian dan dalam selang jeda waktu 3 bulan akan diperbaharui atau diganti lagi.

Organ tubuh terdiri dari 4 kekuasaan, yaitu
  1. Pernapasan, 
  2. Panas tubuh, 
  3. Peredaran darah, 
  4. Pencernaan makanan. 
Seluruh kekuatan ini berjalan karena magnet badaniah, dan pada kelahiran seorang bayi ketika bayi terkena udara yang disebabkan daya tarik magnet badaniah, terjadilah gerakan naik turun paru-paru dan gerakan mengembang mengempis jantung, dan dengan gerakan ini maka zat asam akan masuk dalam tubuh. Dalam makanan yang masuk kedalam tubuh, terdapat asam arang yang akan dikeluarkan lagi oleh udara yang masuk, karena pernapasan menghirup zat asam arang maka hasilnya bukan hanya panas tubuh, melainkan juga darah akan mengalir disebabkan makan yang dimakan. Darah dialirkan melalui pembuluh darah dan pencernaan akan bekerja untuk mengeluarkan sisa-sisa sari makanan dan air dari dalam tubuh. Kerjasama dari 4 kekuatan tubuh ini menimbulkan darah dank arena ini timbul daging dan menyusul lagi terjadinya lemak, tulang, rambut, kuku, air mata, dan keringat. Sebetulnya darah adalah penjelmaan dari kekuatan hidup dan dalam darah terdapat rahasia kehidupan, bila seseorang sedang sakit maka kekuatan dalam darah melemah, namun kekuatan magnet dapat menguatkan kembali, dan ketika seorang meninggal, selama darahnya belum berubah menjadi air, orang ini belum meninggal secara keseluruhan.

Kulit bukan hanya selaput pelindung tubuh manusia, melainkan juga merupakan organ tubuh utama, susunan kulit cukup rumit, terdiri dari 2 lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Bagian kulit luar yang kuat memiliki banyak lubang kecil-kecil yang menghubungkan dengan kulit dalam. Kulit bagian dalam terdiri dari pembuluh darah dan syaraf yang dijalankan oleh gerakan naik-futon dari tubuh disebabkan pernafasan.

Melalui lubang kecil kulit luar inilah darah yang tidak terpakai atau berakibat buruk, seperti uap dan keringat akan dikeluarkan. Dikulit luar ada selaput serupa minyak yang harus selalu di bersihkan, bila tidak maka lubang-lubang kecil pada kulit luar akan tertutup dan akan berakibat buruk bagi darahdan dapat menyebabkan seseorang akan sakit, bahkan penyumbatan akan menyebabkan kematian, karena lubang pori dilindungi oleh lapisan halus yang membentuk daya magnet maka sebenarnya lubang itu tidak tertutup sepenuhnya.
Lapisan kulit halus membawa magnet alam ke dalam badan dan dapat mempengaruhi badan dari daya tarik magnet asteral dari roh karena badan halus merupakan jembatan antara badan kasar dan jiwa, kerja dari kekuatan ini secara bersamaan melahirkan pancaran aliran magnetis yang mengalir ke otak dan menyebabkan magne kepribadian dan menyebabkan terjadinya tenaga syaraf, tenaga otot dan energi manusia, dan juga dapat terjadi pemikiran, raut muka, pendengaran, bunyi suara, perasaan, penciuman dan rasa.

Karena daya-daya ini maka terjadilah tindakan yang dapat dibagi ke dalam beberapa macam. Organ tubuh dan magnet alam bekerja secara alamiah dan dibawah pengaruh hokum alam yang menyebabkan manusia makan, minum, dan tidur yang di perlukan untuk bertahan hidup oleh badan kasar.

Magnet kepribadian melalui daya pikiran dari seorang manusia bersih dan tindakan baik maka bentuk badannya akan baik dan halus, bila seseorang selalu berpikir buruk dan bertindak jahat maka bentuknya akan menjadi kasar dan jelek, dan bila seseorang melakukan perbaikan tindakan maka badannya juga akan membaik. Dan dalam keadaan normal sebetulnya lemahnya organ manusia dan kurangnya pengaruh dari magnet alami akan menyebabkan penyakit dan bila unsure organic tubuh dan magnet keduanya tidak bekerja akan menyebabkan kiematian, walaupun dengan latihan seseorang dapat meniadakan kekuatan organiknya yang menyebabkan msuri.

Gangguan Badan Kasar

Kerja organic kita jelek bila lapisan halus kurang membawa magnet alam kedalam tubuh seseorang, bila pemasukannya terhenti maka keseimbangan astral dan magnetis alami akan terputus sehingga gerakan pernafasan dari paru-paru dan gerakan mengembang mengempis dari jantung berhenti. Dan ini dapat di perbaiki dengan mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannyadan gerakan ini dilakukan dalam keadaan berbaring, karena tarikan nafas yang kemudian masuk dalam tubuh akan membakar benih-benih penyakit dan akan mengalirkan banyak magnet alam kedalam tubuh seseorang, dana penyaklit serta gangguan peredaran darah dapat dihindari dengan latihan pernafasan “ Pranaijama”.

Naluri


Naluri adalah tindakan kejiwaan yang tidak disengaja, karena itu tindakan ini sering dianggap sebagai tindakan di luar kendali pikiran sadar manusia, dan naluri itu muncul karena memang tidak ada tindakan lain yang dapat dilakukan untuk selamat, dengan melihat, mendengar, merasa adanya bahaya, secara otomatis badan digerakkan, kekuatan indera berasal dari magnet kepribadian yang merupaka kekuatan rohaniah atau kekuatan jiwa seseorang.

Naluri bekerja tanpa pemikiran dan tidak memihak, dan mengendalikan pemakaian magnetisme kepribadian dan tindakan baik dan buruk sehingga dalam pelaksanaan juga hokum dari sebab akibat, dan naluri berasal dari ingatan luar atau jaringan ingatan alaminya jiwa dan ingatan bagian dalam atau ingatan kejiwaan roh.

Ingatan luar merekan segala sesuatu selama hidup di dunia; apa yang dilihat, didengar atau dirasakan, setelah kematian ini akan tetap menyertai jiwanya, akan tetapi ingatan ini tidak akan mempengaruhi evolusi dari jiwa kebinatangannya, ingatan ini akan hilang bersama dengan jiwanya bila rohnya sudah mencapai daerah kelangitan..

Ingatan dalam atau ingatan kerohanian merekan semua pikiran manusia, tindakan baik buruk, apa yang dibaca, dialaminya, perilaku dalam keseharian dan dipengaruhi oleh pergaulannya dengan orang lain dan tidak akan hilang meski manusia berupaya melupakan pikiran dan tindakan di masa lalu, dan ketika ajl tiba ingatan akan muncul kembali dan menjadi saksi atas semua kejadian, pikiran dan tindakan yang dialaminya, dan ingatan akan mempengaruhi bentuk wajah baik dan buruk sesuai ingatan yang disimpannya dan ini sangat berpengaruh besar dalam perkembangan jiwa seseorang

Dan sebagai hukuman atas mereka yang berbuat tidak baik selama hidupnya maka ingatan akan dimunculkan kembali dalam bentuk nyata dan dengan ini akan timbul penyesalan.

Ikatan Roh dan badan Kasar


Pengikat dari semua kekuatan, daya dan upaya dari badaniah seseorang adalah jiwanya. Manusia adalah makhluk yang punya roh, untuk sementara diselimuti oleh lapisan badaniah yang tiap waktu dapat musnah, akan tetapi daya piker dan kemauan manusia selalu diperbaharui lagi, ini akan berlangsung terus menerus hingga akhirnya selaput ini rusak dan ditinggalkan oleh rohnya. Meskipun demikian, kematian tidak lain daripada kelahiran dari rohnya yang yang akan berpindah dalam kehidupan lai, karena roh tidak dapat musnah dan akan mempertahankan kepribadiannya.

Lapisan organik hanya dipinjam untuk tampil sementara di daerah kehidupan seseorang, jadi badan hanya alat, karena mata dan syarafnya akan terikat pada aether dan bagian magnet yang lebih halus melalui telinga dan paru-paru dengan atmosfir, dengan indera lainnya yang merupakan alat perasaan akan berhubungan dengan badan kasar dan dunia fisik, baik yang keras maupun yang cair.

Hubungan jiwa dengan badaniah menyebabkan manusia yang berwujud organic dapat berhubungan dengan dunia rohaniah, ketika meninggalkan badan organic, rohnya tidak berubah dalam bentuk, kemampuan, sifat, dan juga dalam ilmu yang diperoleh. Ketika manusia meninggalkan selimutnya akan menjadi ringan tanpa ada perubahan pada badan rohaniahnya, badan rohaninya tidak akan lebih baik atau lebih buruk.

Seperti badan organic, badan rohaniah juga memiliki indera, akan tetapi berbeda dengan organic, cara kerja indera rohaniah lebih tajam dan lebih menyenangkan dengan daya serap pikiran yang lebih tinggi.

Setelah kematiannya, roh binatang seperti manusia, tetap memiliki kepribadian. Hanya saja roh ini tidak memiliki kesadaran Aku. Kadar intelektualnya tetap dan tidak berkembang, sesuai dengan hokum kehidupan, bila seekor binatang mati maka rohnya akan masuk ke badan organic lainnya, tumbuh-tumbuhan, logam, dan batu, setelah kematiannya akan berada dalam keadaan yang sama meskipun badan halusnya tidak begitu sempurna seperti binatang.

(3) Kekuatan Pemikiran

Baik buruk perbuatan manusia tergantung pada perkembangan magnet pribadinya dan perkembangan magnet pribadi sangat tergantung pad hati nurani atau perasaan manusia pada saat itu.

Bila kekuatan magnet manusia sama maka semua manusia akan mempunyai kekuatan bdan sama, pemikiran yang sam, dan energi tindakan yang sama, tettapi pada kenyataannya tidak demikian karena sangat bergantung pada perkembangan kemauan dan pemikirannya. Magnet pribadi manusia terletak di otak, melalui daya piker otak daya magnet menimbulkan getaran-getaranyang mengalir melalui syaraf-syaraf ke seluruh badan dan ini akan menetukan gerakan tubuh berupa tindakan, daya piker juga menentukan perbuatan baik buruk dan ini tergantung dari nurani atau perasaan hati.

Perasaan hati manusia dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu yang membuat gembira dan magnet pribadi bekerja sehingga menimbulkan perasaan nyaman pada otak dan perasaan ini akan disalurkan ke seluruh badan dan yang membuat sedih akan terjadi sebaliknya yaitu akan membua5t lesu di seluruh badan dan atau sakit. Orang yang selalu gembira dapat menyalurkan energi pada orang lain tanpa merugikan dirinya. Aliran magnet yang terkuat terdapat pada ujung jari atau melalui mata dan dari mulut . Perlu diketahui bahwa orang yang magnetis badan halusnya lebih kuat disbanding magnet badan kasarnya akan mempunyai pengaruh buruk pad manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan  dan oleh orang hindu disebut “jettatura” dan oleh orang jawa dinamakan “mata nasar” atau tangan panas.

Penyerahan diri dari orang yang daya magnetisnya lemah ke yang kuat  dapat dilakukan dengan meniup mukanya, dan inilah yang disebut terhipnotis atau dharana, dan dalam keadaan demikian sebenarnya orang yang terhipnotis kesadaran atau jiwanya terlepas dari tubuhnya, dan pasti tidak berdaya sama sekali dank arena kepribadiannya hilang maka dapat dihinggapi roh lain. Dan dalam keadaan ini roh juga akan ingat pada semua kejadian masa lalu, kebangkitannya kembali sebagai manusia, menceritakan rasa sakitnya dimasa itu, dan pengobatan sampai kesembuhannya. Tubuh jasmaniah sedemikian aneh sehingga dapat dianggap berlawanan dengan hokum alam yang ada.  Orang yang terhipnotis dikarenakan syaraf organiknya tidak aktif( tertidur), kesadaran hilang sehingga tidak ada lagi kemauannya. Beberapa sifat (kemampuan ) tersebut juga dapat dimiliki oleh orang yang meninggal, beberpa jam sebelum meninggal tubuh seorang tersebut dalam keadaan tidur secara organic, rohnya karena ingin mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya atau teman , daya pikernya memiliki kekuatan untuk mewujudkan diri, oleh karena itu dapat menampakkan diri pada teman atau keluarga. Ketika roh orang yang hamper meninggal merasuk ke seseorang bisa terjadi orang itu bisa berbicara bahas roh, melukis, mengetok-ketok pintu, menggerakkan benda karena roh halus ini menggunakan magnet pribadi orang lain, dan ini menunjukkan bahwa tindakan manusia tidak tergantung dari badaniahnya. Semua tindakan manusia berasala dari kecerdasan yang tidak tampak.

Apa yang menyebabkan orang kehilangan magnet pribadi ? diantaranya adalah terlalu sering melakukan seks, hidup tidak teratur, menghamburkan nafsu, tidak menjaga badan, sedih, terharu yang berlebihan, marah-marah, minuman keras, bumbu pedas, tembakau, dan terlalu banyak kopi, the atau daging dan untuk mengembangkan magnet pribadi hidup teratur, makan sayur, buah, dan minuman air asli. Kemampuan menggunakan pertimbangan(rasa) ketika hendak menggunakan pikiran, yang merupakan asal-usul dari magnet kepribadian yang menyebabkan magnet kepribadian berkembang, kekuatan hidup juga akan memperkuat pengembangan otot dan syaraf, kehilangan dari magnet kepribadian menyebabkan seseorang sakit syaraf dan mengendor kekuatan fisiknya.

(4) Kekuatan Terpendam

Setiap perbuatan manusia yang dilakukan dengan sadar, baik maupun buruk pasti didahului oleh pemikiran, dan dalam lingkungan aura setiap pemikiran akan menimbulkan getaran. Lingkungan aura adalah dunia debu material atau lingkungan magnetisme manusia, getaran tersebut akan menimbulkan warna yang akan menciptakan bayangan, bukankah Tuhan menciptakan alam semesta melalui daya pemikiranNya ?



Warna buah Pikiran ( Aura)


Dapat dibagi dalam 3 jenis ;

Buruk, biasa, baik, pikiran yang biasa dapat dibagi lagi menjadi pemikiran yang condong pada keburukan dan kebaikan, dengan demikian buah pemikiran dapat dibagi menjadi buruk, biasa condong ke buruk, biasa, biasa condong ke baik, dan baik, dalam lingkungan auranya pemikiran tersebut menimbulkan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan mempunyai arti sbb ;
  1. Coklat kemerahan              : nafsu dan tamak
  2. Merah jambu                      : nafsu kemarahan
  3. Merah muda                       : nafsu dalam cinta
  4. Merah jambu                      : nafsu cinta kasih
  5. Jingga                                  : Keberanian
  6. Kuning                                : Daya pikiran
  7. Hijau                                   : Simpati
  8. Biru, biru nila                      : Rasa ketuhanan, keberagamaan
  9. Ungu                                   : Kerohanian, pertalian dengan jiwa
  10. Hitam atau gelap (tidak menunjukkan warna) : perasaan iri, warna ini muncul pada orang yang tidak beradab atau sedang sakit
  11. Putih, seperti bulan           : menjukkan keimanan
Gerak dan Daya Buah Pikiran


Bayangan buah pikiran dapat keluar dan dapat masuk kedalam manusia, dan dapat secara alamiah, yaitu pada saat seseorang melihat, mendengar, merasakan sesuatu. Meski begitu penyerapan juga dapat berjalan secara tidak alamiah, yaitu ketika bayangan buah pikiran seorang memiliki daya magnet sehingga dapat menarik bayangan buah pikiran orang lain yang punya sifat sama dan lalu bercampur jadi satu dan kondisi ini yang dapat menimbulkan ikatan dan memunculkan rasa simpati dan senang, dan ini bisa terjadi juga pada manusia dengan makhluk halus dan yang perlu di waspadai bahwa adanya daya pengaruh dapat berakibat baik ataupun buruk.

Buah pikiran sifat laten, dan agar menjadi kekuatan nyata harus disatukan dengan kekuatan, bila pemikiran tidak disatukan dengan kemauan maka buah pikiran akan padam dengan sendirinya kecuali bila dapat disalurkan ke buah pikiran orang lain yang sejenis, bila pikiran banyak orang mempunyai sifat sama dapat tarik menarik, saling memperkuat, dan menyatu sehingga menjadi satu bayangan dengan kekuatan yang dahsyat. Berbagai bencana nasional, kekacauan, peperangan, perseteruan dan bencana alam merupakan dampak dari saling tarik mjenarik buah pikiran banyak orang.

Mantra dan Kekuatan Terpendam


Dan kekuatan pikiran dapat dihasilkan dengan mengucapkan mantra karena dengan ini seseorang dapat menyerap kekuatan buah pikiran. Mantra dapat digunakan untuk menciptakan buah pikiran yang diarahkan pada orang lainuntuk mempengaruhi orang yang dituju, dan tergantung mantra yang diucapkan dan mantra yang baik akan menjadi pelindung orang atau roh yang didoakan, dan mantra yang buruk akan berakibat sebaliknya, dan seseorang yang hidupnya lurus dan bersih serta tidak punya pikiran jahat akan dilindungi oleh makhluk-makhluk yang menjaganya dari dampak sumpah serapah.

Bayangan buah pikiran akan dapat merasuk dan mempengaruhi badan halus (astral) orang yang sudah meninggal (mayat astral) yang mengembara tanpa tujuan, mayat astral dapat disebut sebagai roh “tanpa jiwa” dan ini berasal dari orang yang semasa hidup bersifat jahat, mengumbar nafsu dan kesenangan atau roh orang yang meninggal sebelum waktunya yang disebabkan bunuh diri, dibunuh atau kecelakaan, dan roh seperti ini akan tetap terikat dalam jasadnya di kuburan hingga akhir kulitnya rusak disebabkan ketuaan dan rohnya terus mengembara dan tidak dapat meninggalkan dunia. Bila mayat astrak ini bertemu dengan hasil bayangan daya piker buruk maka dapat menjelma menjadi setan jahat dan memiliki sifat, seperti mantra yang diucapkan oleh pembuatnya dan dapat dipakai untuk segala tujuan, inilah kekuatan terpendam dan mantra ini disebut “wethala siddhi”, dan biasa disebut jimta, sarat,  guna-guna, atau tumbal.

Kekuatan pikiran dapat mengubah roh tak berjiwa yang tanpa wujud tersebut menjadi berwujud, dengan dihinggapi buah pikiranhasil mantra, roh tanpa jiwa menjadi hamba dari mantra ini dan dapat digunakan untuk maksud apapun. Dalam ilmu kekuatan terpendam, roh jahatdapat dibagi ke dalam beebrapa jenis, seperti; awici, ngalu, dan kasasar dan roh yang berbuat baik dinamakan saija dan mengenai cara kerja kekuatan terpendam dan pemanfaatannya tidak dapat diceritakan lebih lanjut karena alasan keselamatan ( ada dalam beberapa kitab lainnya ).

Pelajaran dari Buah Pikiran


Pikiran menghasilkan bayangan dan bila digabung dengan kemauan disebut Issha, dan pikiran menhasilkan perbuatan baik dan buruk Keluarnya bayangan pikiran demikian dan akibatnya dinamakan “karma” manusia, bila manusia dapat menguasai bayangan buah pikiran maka hawa nafsunya akan dapat dikendalikan dan karmanya dapat dikuasai. Orang dengan sifat yang baik bila meninggal selubung halusnya atau kamarupa akan lepas dengan mudah, dan rohnya akan terbang menuju ke daerah kelangitan, roh yang tidak dapat melepas selubung halusnya tetap diselubungi badan halus dan mengembara di dunia menjadi roh tak berjiwa.

Tugas hidup orang di dunia adalah menolak setiap buah pikiran jahat yang timbul, karena dorongan jahat akan melahirkan perbuatan, daya piker bisa dikembangkan sedemikian tinggi sehingga dapat mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa.

(5) Kekuatan Kemauan


Ketika dilahirkan, manusia tidak memilikipengetahuan dan belum mengenal keadaan sekitarnya, dan seiring dengan pertumbuhannya manusia mulai belajar tentang kejadian, dan tindakan mana yang berakibat menguntungkan dan merugikan. Bedasar hukum sebab akibat itulah, manusia kemudianmengenal baik dan buruk, dan pikiranlah yang merekam semua kejadian. Meskipun demikian, pikiran sifatnya belum terjadi, potensi ini berubah menjadi tindakan ketika pikiranbergabung dengan kemauan, kemauan berasal dari jiwa kebinatangan yang melahirkan keinginan, nafsu, danm kesenangan, kemauan akan menerima yang baik berdasarkan perintah pikiran, dan melawan sesuatu yang berdasarkan pikiran tidak baik.

Pemahaman manusia berdasarkan daya pikirannya dinamakan “kenyataan” atau “ kebenaran”. Sesuatu yang diinginkan ( kemauan) dinamakan sebagai “baik”. Manusia akan melakukan tindakan baik setelah melalui pertimbangan pikiran, pada orangyang dya pikirannya belum berkembang tindakannya didasarkan atas pertimbangan baik buruk perbuatan hanya berdasarkan dorongan keinginan semata, demikian pula pada orang yang berpikiran picik, mereka berbuat atas dasar nafsu semata tanpa memperhitungkan bahwa tindakan akan mencelakakan diri sendiri. Pemikiran dan kemauan mengalir menjadi satu dalam tindakan dan membentuk manusia yang hidup dalam tindakannya. Kemauan sifatnya netral, dan akan mejadi tindakan baik atau buruk tergantungpada pengembangan kesadaran pikirannya. Karena perbedaan adanya perkembangan daya pikir membuat setiap manusia berbeda dan disitu akan terjadi sesuatu tindakan yang baik oleh orang lain akan menganggap buruk oleh lainnya. Perkembanga manusia akan menentukan kesadaran dirinya, akan timbul penyesalan pada manusia yang melakukan kesalahan bila daya pikirnya berkembang baik dan juga sebaliknya.

Perkembangan diri adalah pengalaman dimana manusia belajar untuk berpikir lebih baik, bertindak lebih baik, dan menjaga agar tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan atau menyakitkan dirinya, semakin baik daya piker seseorang semakin merasa dirinya lebih bebas dan tidak terganutng kepada orang lain.

Kemauan Bebas


Setiap manusia pada dasarnya mempunyai kemauan bebas, yaitu dorongan untuk tidak tergantung pada sesuatu diluar dirinya, kemauan bebas berhubungan dengan tanggung jawab atas tindakan. Hal ini bertentangan dengan pandangan yang keliru terhadap takdir, manusia mempercayai takdir juga akan mempercayai hokum alam yang tidak berubah. Bumi dan benda-benda langit terjadi dan akan musnah disebabkan oleh hokum alam. Oleh karena itu hidup binatang, tumbuhan dan yang berhubungan dengannya, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya. Kemungkinan matinya seseorang dimedan perang sama saja dengan yang mati di rumah ; tidak akan meninggal sebelum waktu yang di tentukan artnya manusia adalah makhluk lemah, karena tindakannya sudah ditentukan sebelumnya maka mereka tidak bertanggung jawab atas kemauannya dan keyakinan semacam itu tidak sepenuhnya benar.

Tuhan adalah sumber kebenaran, kebaikan dan kecintaan. Tidak ada makhluk yang diciptakan untuk menjadi jahat, bila manusia dalam keadaan yang tidak menguntungkan membunuh maka dia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya dan yang dipandang sebagai nasib, kesialan, kesempatanatau kebetulansebetulnya merupakan kumpulan perbuatan yang dilakukan pada waktu masa sekarang, sebelumnya, dan mungkin juga kehidupan selanjutnya. Dan segala tindakan akan pasti kembali pada pelakunya dan setiap perbuatan ada kaitannya dengan kejadian sebelumnya dan akibat sesudahnya dan inilah yang menentukan nasib seseorang.

Hukum karma


Ini adalah hokum perbuatan dan akibat, yang pada intinya setiap perbuatan ada akibatnya (perbuatan dating dari kesadaran kemauan) dan ini hanya ada pada manusia, karma hanya berlaku pada manusia, tetapi merupakan hokum alam yang memang harus ada, secara umum, hokum karma dapat dibagi sebagai berikut :
  1. Karma perbuatan baik, yaitu bila seseorang melakukan perbuatan baik maka akan dihormati dan disegani oleh orang lain
  2. Karma tidak melakukan perbuatan baik, yaitu orang hidup menyendiri, tidak menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi orang sekitar
  3. Karma kejahatan, yaitu tindakan dari orang yang menjadi beban dan berbuat jahat terhadap orang lain sehingga dia dibenci dan dihina orang lain
  4. Karma keluarga atau kelompok, yaitu karma yang dibentuk oleh kebiasaan atau adapt istiadat, ini dimiliki keluarga, suku atau suatu bangsa dan Negara.
  5. Karma pribadi dibagi lagi ke dalam 3 bagian, yaitu :
  • Akibat segera yang tidak dapat dicegah lagi disebabkan oleh tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sekaran, disebut karma Prarabdha
  • Penumpukan keinginan akibat pengalaman yang akibatnya masih dapat diubah oleh karma, disebut karma Sancita
  • Perbuatan masa kini yang berakibat pada kehidupan  di masa yang akan dating atau Kriypmana
Jadi karma adalah merupakan Evolusi dari jiwa kebinatangan manusia Bebrapa waktu setelah meninggal, manusia tetap harus menanggung akibat perbuatannya. Bila waktu kelahirannya kembali tiba maka bayangan pikiran yang diciptakan sebelumnya akan membentuk dirinya sesuai hokum karma. Wajahnya akan terbentuk sesuai perbuatannya terdahulu, dan akan menentukan sifat, temperamen, bakat, dan kepribadian baru setelah kelahirannya, bahkan perbuatannya terdahulu ikut menentukan dilingkungan seperti apa dia akan hidup. 

Hukum karma membuat manusia sadar bahwa dia tidak menjadi boneka dari nasib yang tidak menentu, dan mengajari manusi untuk menggunakan suara batinnya untuk mendapatkan kebahagiaan. Tuhan mengatur hokum alam yang berlaku untuk semua, termasuk yang ada dalam diri manusia, pada manusia ada kebebasan untuk memakai anugerah kekuatan dari Tuhan untuk dipergunakan dengan baik atau buruk dan disamping itu manusia akan dilindungi oleh malaikat dari 8 bahaya, dimana tanpa pertolongannya manusia dapat terjerumus ke dalam bahaya, manusia juga telah dilengkapi dengtan suara batin (budhi) yang akan memperingatkannya apabila hendak berbuat jahat


(6) Ilmu Rahasia


Dalam mempelajari Ilmu rahasia  harus dibiasakan tenang dalam segala keadaan yang dilihat, didengar, atau dirasakan. Rasa tegang rohaniah ataupun badaniah akan menyebabkan hilangnya magnetisme pribadi atau daya pikirnya

Kekuatan daya piker manusia akan tampak bila seseorang melakukan tindakan dengan penuh keyakinan, bila seseorang melakukan tindakan sembunyi-sembunyi maka sebuah aliran dingin akan keluar dari otak melalui syaraf-syarafnya, hal ini akan membuat tubuh tidak mengikuti perintah otak. Bila manusia berbuat baik maka aliran hangat akan keluar dari otaknya dan melalui syaraf akan mempengaruhi keseluruh badan, dan hasilnya pipinya berubah kemerahan dan matanya menyinarkan sinar percaya diri. Alam semesta menyatu dengan Aku yang Tinggi, disebabkan hokum getarannya maka alam menjadi obat penyembuh terhadap niat buruk dan keinginan Aku yang rendah. Cara terbaik mempelajari dan melatihnya adalah dengan menaruih perhatian pada orang lain berdasarkan Keadilan dan Kejujuran, menolong orang lain dengan itikad baik, karena dengan begini maka Aku tertinggi tengah menolong dengan kuat si manusia tersebut, bahkan untuk masalah sesulit apapun maka orang tersebut akan bisa menyelesaikannya. Syarat utama dalam mempelajari ilmu rahasia adalah mengarahkan buah pikiran ke satu tujuan baik dan pikirannya harus terpusat (konsentrasi).

(7) Kekuasaan Rahasia : Asal Muasal Kehidupan

Ilmu rahasia berasal dari Nabhas Tala yaitu, tempat dimana benda-benda langit bergerak, tidak ada permulaan, tidak ada akhirnya, sesuatu yang tidak terjangkau, dan akan ada selam-lamanya. Dalam ruanagn ini ada sesuatu yang kekakl, taka dapat diduga dan tanpa batas, yang berkuasa dan bekerja sebagai kekuatan abadi, yang mengetahui semuanya dan penyebab semua yang ada, dan yang berada di luar jangkauan manusia. Inilah yang disebut Tuhan

Alam semesta berasal dari Adi Tattwa, kekuatan dasar penciptaan alam semesta, masa penciptaan alam semesta berasal dari Sat, yang melahirkan Anupadaka Tattwa, atau asal Dzat roh yang merupakan ikatan antara Dzat roh dan debu. Dari Anupadaka Tattwa terjadi 5 kekuatan alam yang besar, yaitu Akasha Tattwa, yaitu Dzat aether yang memberikan bunyi, Wayu Tattwa atau Dzat aether berupa gas, Teyas Tattwa atau Dzat aether yang memberikan terang, pas tattwa atau Dzat aether yang cair, dan Prithiwi Tattwa atau aether yang padat. Dalam setiap Tattwa terdapat 7 jenis karma yang menghasilkan 49 kekuatan alam. Dari 49 kekuatan ala mini terjadi lagi 2400 kekuatan lagi dan tergantung dari keadaan Dzat alam, benda langit dan semua yang berada disana, juga manusia, binatang, tumbuhan, logam, batu berasal dari tattwa dan akhirnya akan kembali ke tattwa.  Kerja sama dari 5 Tattwa menhasilkan Prana sebagai asal muasal kehidupan. Pda permulaan kehidupan di bumi terdapat 60.000 juta makhluk halus berupa manhusia dan 330 juta makhluk alam.

Makhluk halus manusia akan selamnya berada di dunia sebagai orang dan bayangannya atau sebagai setan sesuai keadaan yang dimungkinkan, sedangkan makhluk halus alam akan menjaga bumi dan bayangannya sesuai keadaan dirinya sebagai penjaga.

Karena pengaruh kerja dari 5 Tattwa pada Prana, terjadilah 10 kumpulan kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang memberi kekuatan hidup dan kemampuan gerak pada tubuh yang hidup. Hukum evolusi perkembangan tiap makhluk akan berjalan dari logam atau batu hingga tumbuh-tumbuhan, dari tumbuhan hingga binatang dan dari binatang hingga manusia dari manusia hingga roh. Pemimpin roh tertinggi disebut juga sebagai malaikat yang membantu Tuhan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini. Perbedaan antara malaikat dan manusia sangatlah jauh, sama dengan perbedaan manusia pada tingkat yang paling rendah dengan binatang.

Wilayah Alam Semesta

Terdiri dari 3 wilayah besar, yaitu daerah kehidupan yaitu daerah kita hidup, daerah astral daerah peralihan dimana badan halus manusia yang sudah meninggal masih melekat pada rohnya dan daerah halus yang merupakan tempat berdiamnya para roh.

Mereka yang hidup di daerah astral dapat memperlihatkan diri dalam daerah halus, juga mereka yang hidup di daerah kehidupan juga dapat memperlihatkan diri di daerah halus karena manusia memerlukan zat-zat “roh halus” dalam perkembangan jiwanya. Daerah halus dinamakan “yang ada”, daerah astral dinamakan “daerah antara”, sedangkan daerah kehidupan dinamakan “alam yang kelihatan” dan daerah kehidupan dan astral dibagi lagi masing-masing ke dalam 3 daerah sehingga akan terdapat 7 bagian.

Daerah Kehidupan


Dalam daerah ini terdapat beberapa kelompok tata surya, yang terdiri dari 7 kelompok yang mengelilingi 1 matahari sebagai pusat, satu peredaran mengelilingi matahari kita lakukan dalam 31.200 tahun matahari.

Tiap tata surya terdiri dari 7 kelompok planet, tiap kelompok planet terdiri dari anak planet dalam formasi yang sama dan lapisan uap yang mengelilinginya. Tata surya terdiri dari  planet : Merkurius dan Bumi sebagai kelompok yang paling tidak berkembang, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet beredar mengelilingi matahari sebagai pusat, terganutng dari jarak terhadapnya.

Planet-planet menerima kehidupan dan kekuatan serta penerangan dari matahari, akan tetapi kehidupan alam tidak hanya tergantung pada matahari, tetapi saling tergantung satu sama lain. Masing –masingplanet dihuni oleh makhluk yang berbeda-beda perkembangannya, tiap planet dinamakan “naraka” yaitu tempat perkembangan. Dan planet yang tidak berkembang adalah planet yang dikelilingi oleh 7 bola (lingkungan kehidupan) yang karena hokum alam berada di seputarnya. Bola yang dimaksud ini adalah lingkungan kehidupan makhluk dan dari 7 bola ini hanya satu yang diterangi matahari, sedangkan 6 lainnya berada dalam kegelapan atau daerah bayangan sehingga tidak kelihatan. Planet-planet yang paling tidak berkembang mempunyai lapisan udara yang kasar sekelilingnya dan dihuni manusia yang baru mengalami perubahan dari binatang menjadi manusia.

Angka 108


Planet-planet yang lebih berkembang hanya terdiri dari satu bola yang di beri penerangan oleh matahari, dan planet-planet ini mempunyai lapisan udara yang lebih halus dan dihuni oleh manusia yang dulunya pernah mendiami planet –planet yang tidak berkembang tetapitelah mengalami kemajuan. Semakin mengalami kemajuan manusia akan mendiami planet dengan lapisan udaranya lebih halus dan lebih baik keadaannya, alam semesta di bentuk sesuai rencana yang sudah tetap , diatur dan ditata oleh hokum-hukum umum.

Ukuran lingkar sebuah planet adalah 108, dan ditata surya kita bila diameter bumi dikalikan 108 kita akan mendapatkan diameter matahari, apabila angka yang didapat dikalikan dengan 108 maka kita akan mendapat jarak antara bumi dan matahari, bila mana diameter dari bulan dkalikan 108 maka kita akan mendapatkan jarak dari bumi ke bulan.

Susunan dari semua yang berada dalam tiap planet, juga susunan tubuh manusia dan susunan tubuh binatang berdasar perbandingan dari 1:1.618 yang dinamakan “kecil” dan “besar”, oleh karena itu kita mengenal jagad besar dan jagad kecil, perbandingan ini akan kita dapat di alam dari ukran yang paling kecil hingga ukuran paling besar di dunia ini.

Kekuatan Penciptaan


Kekuatan penciptaan mengikuti dalil-dalil yang tetap, ukuran itulah yang telah membentuk alam yang ada sekarang ini. Meskipun demikian, kekuatan saja tidaklah cukup untuk membentuk ini semua maka dari itu diperlukan kemauan yang dituntun oleh kecerdasan untuk menggerakkan kekuatan itu. Kekuatan kemauan adalah kekuatan dasar yang dapat membuat semuanya terjadi, kemauan dan kecerdasan hanya dapat terwujud oleh sesuatu yang mempunyai kekuatan, kemampuan, dan daya tertinggi. Kekuatan kemauan dan kecerdasan yang juga mengatur alam semesta berasal dari tuhan Sang Pencipta, yaitu kekuatan Tuhan yang terdapat dimana-mana yang tidak mengenal waktu dan tempat, dan setiap planet diciptakan pada waktu dan kedudukan serta gerak yang teratur terhadap yang lain .

Tiap makhluk yang diciptakan, bahkan batu telah diisi dengan kekuatan tersebut, tiap mahkluk dimana kekuatan Tuhan berada, akan hidup kekal, kematian hanyalah proses berkembang dan beralih.

Hukum Pantulan


Dari hasil kerja 5 Tattwa terhadap Prana , yaitu permulaan kehidupan akan terjadi hokum pantulan atau persamaan. Semua planet, segala benda dan keadaan diatas planet, cahaya, bunyi, penciuman, dan semua perbuatan serta pikiran manusia yang berada di daerah kehidupan akan dipantulkan ke dalam daerah astral dan daerah halus. 

Pantulan atau persamaan ini merupakan pancaran yang tidak tampak, atom-atom yang bila sampai ke daerah astral dan daerah makhluk halus akan memadatkan diri menjadi bentuk, seolah ketika mereka masih hidup, yang dapat diraba ataupun dipegang oleh makhluk halus dan jin-jin atau malaikat.

Oleh karena itu, dunia astral dan dunia makhluk halus terdiri dari planet-planet astral dan planet-planet halus dengan segala isinya, seperti gunung, bebtauan, sungai, tumbuhan dan semua benda serta peralatan yang sama seperti masih berada di dunia. Planet yang kurang berkembang disebabkan pantulannya di dunia keastralan akan membentuk 7 bola yang sama dengan 7 bola di alam kehidupan. Bola-b ola yang memantulkan ini semua dikenai cahaya matahari dan mempeunyai lapisan udara yang lebih halus dari bola-bola kehidupan. 

Bola-bola ini merupakan hunian dari roh-roh halus atau neraka-neraka yang ada diatas dunia kehidupan (Kamaloka). Bola-bola ini terletak dalam lingkaran dan ikatan dengan bola-bola dari kehidupan berdasarkan hokum alam dan juga dari jalan astralnya. Planet-planet yang kurang berkembang memiliki pantulan ke dunia astral dan terus memantul ke dunia halus, akan tetapi untuk planet yang berkembang, hanya ada stau planet besar yang memantul ke dunia astral, lainnya langsung memantul ke dunia halus.

Daerah kelangitan


Dalam dunia halus, pantulan dunia kehidupan akan membentuk 7 daerah kelangitan yang dinamakan “Swarga”. Pantulan planet yang berkembang dari tiap kelompok, yang juga mempunyai lapisan udara yang lebih halus terletak di daerah langit ke 7(tujuh), yang perkembangannya kurang akan diletakkan didaerah langit ke 6, dan begitu seterusnya hingga pantulan dari planet yang itdak berkembang dari tiap kelompok akan terletak didaerah langit pertama.

Tiap benda atau sesuatu pada planet yang paling tidak berkembang dari tiap golongan dipantulkan ke dunia halus dan daerah kelangitan hingga ke langit ke 7, sedang setiap benda atau sesuatu pada daerah kelangitan yang lebih berkembang hanya dipantulkan di daerah kelangitan hingga ke langit ke 7. Juga dari benda atau sesuatu yang dulunya pernah ada, namun musnah atau tidak terpakai lagi masih terdapat pantulan-pantulan cahayanyayang tetap. Kekuatan dari pantulannya sedemikian kuatnya sehinggas tiap bekas benda yang musnah masih secara nyata di pantulkan pada benda-benda sekelilingnya yang ada sehingga tampak oleh roh-roh yang ada dan juga yang tampak oleh manusia yang mempunyai penglihatan halus (astral)

Pantulan Buah Pikiran


Disebabkan hokum pantulan maka tiap perbuatan atau pikiran dapat diibaratkan dengan batu yang dilempar ke permukaan air yang membentuk lingkaran yang makin lama makin membesar, yang juga menggetarkan udara yang di teruskan dari lapisan-ke lapisannya. Dikarenakan oleh pikiran atau perbuatan maka aether mendapat tekanan yang diteruskan hingga ke daerah astral dan daerah halus. Cermin pikiran dan perbuatan tersebut akan ditampakkanpada sebuah kitab besar yang dinamakan Agna Sandhani dan membentuk sebuah bayangan nyata dari pikiran dan pebuatan. Agna sandhani dapat dianggap hasil penerapan hokum pantulan. Karena hukumini pula maka tiap perbuatan atau pikiran ada akibatnya yang cepat atau lambat akan tampak dalam bentuk sekarang atau yang akan datang dan akan mempengaruhi pada kelahiran kembali yang kelak akan terjadi.

Tiap bunyi akan dipantulkan dan menghasilkan bunyi yang sama dalam dunia astral dan dunia halus dan pantulannya berakibat baik atau buruk, sebuah bunyi yang harmoni akan menghasilkan getaran halus dalam atmosfir  dan menciptakan suasana segar sekelilingnya, serta berpengaruh kuat pada jiwa dan tubuh dari segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini. Benda yang dalam keadaaan membusuk akan dipantulkan dalam dunia astral dan dunia roh halus dan akan membentuk atom-atom yang membentuk suatu benda. Matahari dalam dunia kehidupan juga dipantulkan ke dunia astral dan roh halus, tapi cahaya matahari di daerah astral tidak memberikan panas atau dingin dan juga tidak ada pergantian siang maupun malam serta tidak begitu menyengat seperti yang dalam dunia nyata ( segala sesuatu yang terjadi dalam alam kehidupan dipantulkan kea lam lain dan menjadi suatu “benda’ dialam lain)

Bumi kita termasuk planet yang disinari oleh matahari dan merupakan salah satu dari planet yang kurang berkembangh. Bumi mempunyai lapisan udara paling kasar dan terdiri dari 7 bola  dimana hanya bumi yang diberikan cahaya oleh matahari , sedangkan bola lainnya berada dalam kegelapan. Bentuk bumi semacam ini diperlukan untuk perkembangan penghuninya, pantulan dalam daerah astral dari bumi dengan ke 6 bolanya yang lain terletak di sebelah kiri matahari. Diatas bumi merupakan hunian dari 7 daerah roh halus yang disinari matahari, sedangkan pantulan dari bumi terletak daerah roh halus di langit yang pertama.

Bumi dihuni oleh makhluk manusia, disamping beberapa pemimpin roh tertinggi yang dikirim ke bumi untuk membimbing manusia. Manusia yang baru mengalami perubahan dari binatnag ke manusia (melalui proses kelahiran kembali) setelah kematiannya tidak dapat pergi ke kelangitan sebelum berusaha meninggalkan kebinatangannya dan Rohilla menjadimurni. Proses pemurnian ini berjalan berangsur-angsur di Naraka. Naraka adalah bola atau lingkunga kehidupan yang posisinya “dibawah” lingkungan kehidupan bumi. Setelah kematiannya roh manusia menjalankan kehidupan di neraka “dibawah tanah” diaman ia akan belajar karena dipaksakan dan ketakutannya untuk tidak jatuh lagi ke keadaan yang lebih buruk dalam mengekang nafsu kebinatangannya.

Bila sudah mencapai kemajuan dalam perkembangannya sehingga sadar bahwa nafsu dan kesenangan akan mencelakakannya maka setelah kematian, rohnya akan berdiam di nerka diatas tanah atau dalam dunia halus, dengan ini oikiran akan belajar untuk sukarela menhilangkan keseluruhan nafsu kebinatangan, sehingga manusia bila mencapai tahap ini maka akan dilahirkan kembali dalam pantulam bumi ke kelangitan yang pertama( Swarga)

Bumi dihuni oleh berbagai manusia, pada tingkat yang paling rendah, yang dala warna, baud an secara kemakhlukannya belum menanggalkan sifat kebinatangannya, bila dalam kehidupan selanjutnya memperoleh kenajuan dia akan menempati sebuah lingkungan kehidupan kelangitan yang pertama, setelah kematiannya dan mengalami kemajuan maka manusia akan menempati planet di kelangitan yang kedua, ketiga, ini terjadi terus menerus sampai pada kematian terakhir akan berada dalam bentuknya untuk mendiamai “planet utama” yang terletak di langit ke 7 (tujuh), disini manusia sudah mencapai tingkat sebagai roh tertinggi, pendidikan dari manusia dengan sifat kebinatangannya hingga menjadi roh tertinggi memerlukan waktu berjta-juta tahun

Pengaturan Alam Semesta


Pengaturan bumi diserahkan pada Prithu yang mengatur bumi sesuai dasar kelakiannya dan mempunyai istri yang dinamakan Prithiwi yang mengatur sesuai sifat keperempuannya, didlam mengatur dan melindungi manusia, Tuhan dibantu oleh berjuta-juta malaikat, segal tindak tanduk dan kejadian pada manusia yang terpantul akan dilaporkan oleh malaikat kepada Tuhan. Dalam mengatur alam, Maha tertinggi dibantu oleh malaikat alam yang dinamakan Agni, Pawana, Waruna dan Kshiti yang berkuasa atas elemen api, udara, air dan tanah, dan dalam pengaturannya mereka dibantu lagi oleh berjuta-juta roh halus dengan pangkat atau tingkatan yang berbeda-beda yang dinamakan Salamandala atau jin api, Gandaruwa atau jin udara, Apsara atau jin air dan Yaksha atau jin tanah.

Naraka


Naraka bukanlah tempat hukuman dimana manusia disiksa atau disakiti, karena naraka diperlukan utuk membentuk manusia ke kehidupan yang lebih tinggi, dimana pembentukannya tidak dapat dilakukan di daerah kelangitan karena tempat-tempat ini merupakan tempat dimana alam semesta di kendalikan, manusia untuk pembentukannya akan dilahirkan kembali.

Di bumi, manusia belum dapat menjadi manusia dalam arti sebenarnya apabila tidak dapat meninggalkan nafsu kebinatangannya, karena sifat ini akan menghalangi manusia untuk menikmati kebahagiaan sebenarny. Alasannya adalah karena di bumi masih berlaku hokum “siapa yang kuat”. Sebelum roh manusia dapat masuk dalam kelangitan pertama yang ada di bumi, sifat tersebut harus di tinggalkan. Wilayah kehidupan di daerah kelangitan hanya dapat di huni oleh roh yang semasa menjadi manusia hatinya bersih.

(8) Naraka, Dunia Roh Halus dan Swarga


Alam semesta terdiri dari 3 daerah besar, yaitu daerah kehidupan, astral, halus. Daerah kehidupan adalah daerah dimana kita hidup, astral adalah daerah peralihan dimana badan halus manusia yang sudah meninggal masih melekat pada rohnya, alam halus adalah alam tempat berdiam para roh, juga disebut daerah langitan atau swarga.
Dilingkungan bumi terdapat 2 wilayah yang disebut sebagai kehidupan nyata yang berada pada bumi kitadan dan daerah astral yang terbagi dalam Kamaloka dan Naraka. Naraka terbagi terdiri dari 7 bola (wilayah kehidupan) dan sesuai hokum pantulan, kamaloka juga terdiri dari bola.

Bumi kita adalah bola 1 dilingkungan naraka dan bumi ke 1 di kamaloka. Bola ke 1 di naraka adalah bumi yang menjadi daerah kehidupan manusia. Bola ke 1 di Kamaloka adalah bumi kita juga, namun wilayah astral tempat rohberbadan halus hidup. Jadi kedua bola ke 1 tersebut adalah bumi, namun di wilayah kehidupan yang berbeda.

Diwilayah naraka, hanya bumi kita disinari matahari pada siang hari. Bola-bola yang ke 2,3 dan 4 hanya sebagian dapat penerangan dari matahari, sedangkan bola-bola ke 5,6,dan 7 selalu berada dalam kegelapan.
Tujuh bola di lingkungan naraka dinamakan neraka-neraka hidup, juga disebut neraka yang berada di bawah bumi. Pantulan dari ke 7 bola tersebut ke daerah astral akan membentuk 7 bola lain yang disebut bola-bola astral, yang karena hokum alam tidak saja terikat satu sama lainnya, tetapi juga berhubungan dengan bola-bola di naraka. Bola-bola astral ini bersama-sama membentuk satu bola yang dinamakan kamaloka (tempat tinggal roh halus ), yang juga merupakan neraka, namun berbeda dengan nerka yang berada di bawah bumi ( seperti gambar atas )

Jarak dari bola yang ke 1 dari Naraka dan bola ke 1 dari kamaloka adalah jalan astral. Jalan ini juga dinamakan jembatan Wot-agil-agil yaitu jembatan yang terdiri dari rambut-rambut perempuan yang dipecahmenjadi 7 dan diikat kembali menjadi 1, dan ini adalah jembatan bayangan dan ini bisa dianggap sebagai hokum alam yang akan membawakan roh sesudah kematian badaniahnya menuju suatu bola yang sesuai.

Wilayah di Naraka

Lapisan-lapisan uap dari berbagai bola di Naraka berbeda-beda, bumi atau neraka yang pertama mempunyai lapisan yang paling kurang panas dan terhalus, yang sesuai untuk berbagai jenis manusia hidup yang ada dib u,I, akan tetapi apabila dibandingkan dengan bola-bola lain di kamaloka, bumi terlalu kasar, oleh karena itu sangat berat makhluk-mahkluk halus untuk hidup di bumi.

Lapisan-lapisan uap dari 6 bola dari naraka dibawah bumi lebih kasar dan lebih berat lagi, karenanya juga lebih panas, oleh karena itu naraka dan kamaloka dibedakan dengan istilah neraka panas dan dingin. Lapisan uap dari bola 2,3 dan 4 dari naraka mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga manusia hidup tidak akan dapat bertahan disan, sedangkan lapisan uap dari bola ke 5,6 dan 7 sedemikian berat dan panas sehingga manusia hidup akan langsung mati disana.

Ketujuh bola dari naraka diberi nama Saptaloka (7 tempat tinggal), ketujuh bola (lingkungan hidup) diberi nama secara berurut : 
  1. Jambu, 
  2. Kasha, 
  3. Plaksha, 
  4. Shamalia, 
  5. Krauntsha, 
  6.  Shaka, 
  7. Puskhara. 
 Ketujuh lapisan uap secara berurut dinamakan 
  1. Mahatala, 
  2. Rahatala, 
  3. Atala, 
  4. Sutala, 
  5. Witala, 
  6. Tala-Tala, dan 
  7. Patala.
Setelah meninggalnya manusia, badan halus (astral) dari badan jasad akan memasuki suatu tempat yang sesuai, apakah ke lingkungan Naraka (dibawah bumi) atau kelingkungan kamaloka (kelangitan). Neraka adalah tempat tinggal setan, iblis yang ketika masa hidupnya sebagai manusia tidak baik. Karena takut jatuh ke lembah yang lebih dalam lagi maka mereka memaksakan diri untuk mengekang nafsu, kesenangan, dan keinginannya. Penyaringan di dalam narakan adalah dengan keadaan yang tidak menyenangkan yaitu kegelapan yang mencekamatau panas yang menghancurkan. Dineraka tidak penyiksaan terhadap roh jahat, roh yang masuk dalam neraka lama kelamaan akan biasa, bakhan keadaan disana dapat lebih baik disbanding ketika masih hidup di dunia. Ketika di dunia mungkin manusia yang memiliki roh tersebut hidup miskin, sakit-sakitan, atau tidak mempunyai tempat tinggal

Lingkugan Kamaloka

Ketujuh bola dari lingkungan kamaloka (kediamn roh) sesuai nomor urut ;
  1. Lokantarika, 
  2. Mahakala, 
  3. Ambarisha, 
  4. Raurawa, 
  5. Maharaurawa, 
  6. Kalasutra, 
  7. Andathasamisra. 
Bola-bola astral ini berbeda banyak dalam lapisan udaranya. Lapisan udara dari bola ke 1,2,3 dan 4 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara di bumi. Lapisan udara dari bola ke 5 dan 6 lebih tipis, sedangkan lapisan udara dari bola ke 7 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara dari lapisan udara pertama.

Semua bola dari kediaman roh halus mendapat cahaya dari matahari, tempat kediaman ro-roh halus diperuntukkan bagi roh-roh orang yang semasa hidupnya berlaku baik, disini mereka mendapat kesempatan untuk melaksanakan pikiran dan niatnya, bahkan kesenangannya. Tempat tinggal roh-roh halus dapat juga dianggap sebagai tempat belajar dari roh yang sesuai dengan perkembangannya untuk melakukan pekerjaan di surga. Waktu dari pendidikan dan waktu beberpa kali roh harus dilahirkan kembali sehingga cukup untuk berdiam di lapisan pertama surga sangat bergantung dari kelakuannya sebagai manusia sewaktu dilahirkan kembali secara berkali-kali. Juga berapa banyak ilmu yang dapat di lakukan dalam beberapa kali kelahirannya.

Ilmu yang diserap dan pengalaman yang didapat di dalam dunia roh halus akan dikembangkan lagi, oleh karena itu manusia di bumi pada tiap kelahirannya akan diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi, roh halus tidak perlu menjalani semua tingakat di dunia roh halu. Sesuai perkembangan kebaikan dan ketaatannya akan ditempatkan dalam bagian dimana ia akan berada. Roh halus yang melakukan perjalanan dari bumi ke dunia roh harus melewati jembatan yang menghubungkan antara Naraka dan kamaloka yang disebut wot agil-agil, karena roh badan astral sangat ringa maka daapt melayang hingga mencapai dunia roh. Roh manusia yang masih hidup tidak baik, yang separuh badan halusnya masih hidup, tidak sesuai untuk berdiam di Kamaloka. Sesuai dengan bagian tubuhnya, badan halus akan menuju suatu lingkungan di neraka yang lapisan udaranya sesuai.

Lingkungan Naraka


Lingkungan Naraka dibagi menjadi enam bulatan yang hanya separo atau seluruhnya gelap, bentuk dan rupanya sama dengan yang ada di bumi. Demikian pula bola (lingkungan) di kamaloka juga sama dengan keadaan di bumi karena hokum pantulan, akan tetapi perbedaannya yang ada di lingkungan kamaloka semuanya terbuat dari bahan astral.

Kehidupan di Naraka dibagi dalam 5 bagian dimana berdiam roh-roh dari bangsa putih, kunign, coklat, merah dan hitam. Tiap bagian naraka dibagi lagi ke dalam bagian sesuai bahasa yang berlaku dan dibicarakan. Selanjutnya tiap bagian Naraka dibagi lagi ke dalam Negara, kota, kampong jalanan, daerah, dan lainnya, seperti ap yang terdapat di bumi

Di dalam Naraka di bagi tumbuh tanaman hidup, sedangkan dalam dunia roh halus tumbuh pepohonan astral, didalam naraka terdapat gunung dan bukit yang sebenarnya, sedangkan di dunia roh halus terdapat gunung gunung astral dan lainnya yang serba astral, semua tampak dan dapat diraba, serta dapat dihuni oleh roh-roh halus yang tinggal di sana.

Tiap lingkungan dari neraka  dan dari roh halus dipimpin oleh roh tertinggi, yang dibantu oleh roh-roh lainnya, roh yang meemrintah di naraka tidak tinggal disana karena di naraka semua dikendalikan oleh hokum-hukum alam. Pengendalian naraka hanya melihat apa yang terjadi dan mengatur kelahiran kembali.

Kamaloka


Kamaloka disebut juga daerah kelangitan yang merupakan daerah yang memiliki gambaran seperti orang berdiri. Langit dibagi dua bagian utama, yaitu langit bagian dalam atau “daerah arupa” (langit dalam)dan langit bagian luar atau daerah “rupa’ (langit luar) adalah bagian dengan bentuk. Daerah langit luar di bentuk serupa benda langit yang terletak pada : 
  1. Bagian kaki kiri, 
  2. Bgian kaki kanan, 
  3. Bagian lengan kiri, 
  4. Bagian lengan kanan. Bagian langit luar juga dinamakan langit depan atau bagian pikiran, bagian langit dalam serupa bagian benda langit yang terletak : 
  5. Didalam perut, 
  6. Di dalam dada, 
  7. Di dalam kepala. Bagian langit dalam dibagi lagi ke dalam 2 bagian yang terpisah, yaitu badan dan kepala.
Mengenai lapisan udaranya di tiap-tiap benda langit, benda langit ke 7 mempunyai lapisan udara yang sangat tipis dan mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga para roh tertinggi dari lingkungan (bulatan) kamaloka ke 1,2,3 dan 4 tidak dapat berdiam disana. Benda langit ke 6 dan 5 mempunyai lapisan udara yang sama, namun banyak bedanya dengan lapisan udara benda langit ke 7, daerah benda langit ke 4,3,2 dan 1 mempunyai lapisan udara yang sama, namun bila dibedakan dengan lapisan udara di bagian langit ke 6 dan 5 menjadi kasar sekali.

Swarga


Bentuk badan manusia dari daerah langit  adalah contoh persamaan yang ada dalam Swarga atau surga, dimana persamaannya adalah sedemikian eratnya dengan penataan alam semesta, dan hal ini juga sama dengan gerakan badan manusia yang saling kerjasama dalam melakukan suatu gerakan. Roh tertinggi utama dan roh-roh tertinggi yang ada dalam ke 7 daerah langit dalam mengendalikan alam semesta mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan yang hamper sama dengan kerja dari anggota badan manusia, dengan demikian para roh tertinggi yang berada dalam daerah “rupa” mempunyai tugas mengatur alam semesta, dan roh tertinggi yang berada di daerah “arupa” mengendalikannya.

Seperti juga di bumi, dimana para pegawai ada yang menjalankan dan mengatur tugas administrative, para roh tertinggi di di ke7 daerah langit menjalankan pemerintahan. Tuhan dan para malikat utama mempunyai tempat di langit yang ke 7. Kuasa, langit, dan malaikat bawahannya mempunyai tempat di jantung dan paru-paru, yaitu di dada atau daerah langit ke 6, tempat didaerah langit yang diumpamakan jantung dan paru-paru mendapat nama khusus yaitu “Suralaya”.

Pembagian kerja di dunia kelangitan juga sama dengan di bumi, perbedaannya hanyalah bahwa di daerah langit (surga) tidak ada perbedaan status dan kepangkatan. Tiap tempat di bagi ke dalam kelompok yang tidak terhitung jumlahnya. Tiap kelompok dibagi lagi ke dalam 7 kumpulan dan tiap kumpulan terdiri dari roh tertinggi yang mempunyai kesengan yang berbeda-beda. Kelompok-kelompok dan kumpulan-kumpulan ini mempunyai bentuk manusia dan berhubungan sangat erat satu sama lainnya , seperti bagian aggota tubuh manusia, tiap kelompok harus menjalankan 1 tugas.

Nama dari bagian langit secara berurut adalah : 
  1. Sukhawati, 
  2. Hukhta, 
  3. Tribhuwana, 
  4. Howarst, 
  5. Pariwana, 
  6. Amithaba, 
  7. Nirwana. 
Keadaan di langit ke 7 tersebut dinamakan juga “ Apawarga “ artinya adalah kedamaian yang abadi dan kehidupan yang kekal, serta pemusnahan dari semuanya yang tidak murni yang mungkin dapat mencemari roh tertinggi utama yang berada disana dan mungkin dapat menghalangi untuk menikmati kebahagiaan yang sedang dirasakan. Ke 7 bola (tempat tinggal) dalam Swarga secara berurut dinamakan : 
  1. Bhurloka, 
  2. Bhuwarloka, 
  3. Swarloka, 
  4. Maharloka, 
  5. Yanarloka, 
  6. Taparloka, dan Satyaloka. 
Hanya ke 7 surga ini yang diketahui namanya.

(9) Kematian Jasad Manusia

Kematian badan jasmani dari orang berusia lanjut berlangsung tanpa sakit. Peralihan dari kehidupan nyata k eke hidupan lain, seperti seorang yang terbangun dari tidur lelap. Setelah dikubur dan mayatnya membusuk maka kulit halus atau kulit keduanya ( yang disebut Wethala) tidak mati. Dalam jangka waktu 7 hari, lapisan wethala ini akan meninggalkan badan yang membusuk. Wethala atau badan halus ini dan jiwanya akan tetap terikat pada mayat oleh kekuatan tali jiwa (Suratma) selama magnet badabiah mayat belum hilang sama sekali. Magnet badaniah ini yang menjaga mayat tidak cepat membusuk.

Bila magnet badaniah yang tertinggal dalam mayat telah musnah maka darah dalam mayat berubah menjadi air. Pada saat itu kekuatan penghidupannya hilang dan kematian badaniah telah sempurna, saat itu pula ikatan antara roh dan badannya terputus akibat putusnya tali jiwa, pada kematian yang biasa, peristiwa ini terjadi 3 hari sesudah kematian.

Pada orang mati mendadak, bunuh diri atau kecelakaan, wethala masih dapat terikat dengan badannya karena kekuatannya sendiri dan kondisi ini memungkinkan wethala untuk dapat menyerap magnet badabiah dan pada orang sakit biasa dan belum ada organ tubuh yang rusak berat, selama tali jiwa belum putus, orang tersebut masih dapat disembuhkan menggunakan mantra ilmu putih. Dan pada orang mati mendadak disebabkan magnet badaniahnya dipakai terlalu banyak untuk menghamburkan hawa nafsu dan kesenangan, dalam hal ini wethala masih sangat dan masih mungkin untuk bisa menyerap magnet badaniah tubuhnya sehingga wethala tetap terikat pada mayat. Pencairan wethala baru dapat terjadi bila wethala musnah sendiri karena tua.

Ketika orang meninggal sebebnarnya roh dan badan halus masih terikat pada wethala sehingga roh tidak dapat meninggalkan bumi. Bilamana orang meninggal semasa hidupnya berkelakuan baik dan akhirnya meninggal secara mendadak maka rohnya tetap berada dalam keadaan tidur sampai wethalanya musnah.tapi bila sebaliknya maka rohnya akan terbangun dari tidur kematiannya dan selanjutnya roh memendam masuk ke badan halus berikut roh kebinatangannya, karena kebiasaan jeleknya, roh akan tetap berkeliaran, melalui tali jiwanya masih melekat, roh ini akan berusaha tetap menghubungi manusia yang mempunyai kebiasaan jelak yang sama.

Setelah wethala karena tua maka dengan kekuatan tali jiwanya, roh akan bergabung dalam badan halus, dengan masa persiapan 4 hari, roh sudah harus berpisah dari badan halusnya dan meninggalkan kehidupan  dunia. Jiwa yang sudah terlepas dari wethala dan badan halus akan banyak kehilangan tanda kehidupannya. Roh tanpa wethala dan tanpa badan halus ini tidak dapat melihat makhluk halus yang masih terikat pada wethalanya, demikian pula sebaliknya, roh yang sudah tidak berwethala dan tidak berbadan halus juga tidak tampak oleh roh yang masih berbadan halus. Mahkluk-mahkluk halus hanya akan saling menampakkan diri bila mempunyai persamaan.

Wethala orang meninggalterkadang dapat dilihat sebagai hantu, namun tidak mempunyai pikiran, oleh karena itu dengan bantuan mantra wethala dapat diisi dan menjadi wujud bayangan, bisa juga pertemuan wethala dengan buah pikiran berlangsung secara tidak sengaja dan menghasilkan bayangan, pertemuan demikian sering terjadi bilamana wethala sudah terlepas dari mayat dan selama 4 hari melayang tanpa tujuan sebelum menghilang dan setelah wethala menghilang, mayat akan berhenti sebagai manusia dan menjadi mahkluk alam .

Wethala yang terisi untuk sementara waktu akan mendapat kehidupan tersendiri dan mempunyai kekuatan untuk memperlihatkan dirinya sebagai bayangan manusia akan tetapi penampakan ini berbentuk bayangan atau sebagai hantu berdasarkan buah pikiran yang telah dirasukinya. Menjiwai sebuah wethala dapat dilakukan untuk tujuan baik yaitu, untuk membantu roh dan badan halus segera lepas dari Wethalanya. Akan tetapi bantuan itu dapat dilakukan dengan mengirim doa. Doa yang diucapkan sebelum atau setelah waktu meninggalnya seseorang akan mewujudkan buah pikiran yang tidak hanya memutuskan tali jiwa , tetapi juga melindungi rohnya

Orang dapat berdoa kepada Tuhan supaya jiwa orang yang mati selamat, yaitu supaya rohnya segera meninggalkan nafsu dan kesenangan yang masih tertinggal. Sifat roh merupakan bukti bahwa kekuatan hidup badaniah manusia akan berhenti dengan putusnya tali kejiwaan. Dalam waktu 7 hari setelah kematian manusia, rohnya masih belum sadar akan kehilangan wujud badaniahnya. Roh akan tetap berusaha berada di dalam rumah tempat kediaman meskipun sudah terlepas dari wethala. Baru setelah dari 7 hari roh sadar bahwa ia tidak mempunyai wujud lagi, kini hanya badan halus dank arena hokum alam maka ia harus meninggalkan rumah tempat tinggal dan dunia, bila manusia selama hidup di dunia menggunakan waktunya untuk membersihkan diri dari segala keburukan, setelah 7 hari kematian dari badannya, roh akan melayang langsung ke Kamaloka tanpa kesukaran.

Kamaloka adalah tempat tinggal roh-roh manusia yang sudah meninggal dan di tempat inilah roh yang baru tiba akan belajar untuk menanggalkan pikiran dan kesenangan(kama) dan roh yang sudah berhasil melepas sifat kebinatangannya dan melalui kematian kedua, berpindah tempat ke bumi yang terletak pada lapisan langit pertama. Badan ini merupakan sebuah roh( ajal) yang disebabkan hokum alam ditarik kea lam dunia dan akan melebur disana secara perlahan-lahan. Bayangan yang diisi akan menjadi sebuah makhluk alam dan berhenti menjadi manusia, pikiran dan kekuatan tindakannya didapat dari pikiran yang dimaksudkan di dalamnya dan tidak akan mengingat lagi kehidupannya terdahulu. 

Manusia yang selam hidupnya mengumbar nafsu dan terbiasa dengan cara hidup semacam itu, rohnya dihinggapi dengan berbagai keburukan dan setelah meninggal keburukan ini mempengaruhi badan halusnya dan ketika roh dan badan halus terlepas dari wethala pada hari ke 3 hingga 7, sifat badan halusnya tidak akan mengalami perubahan artinya badan halus itu tetap berada dalam keadaan kecenderungan ke kehidupan yang ada sehingga menjadi terlalu berat untuk berpindah ke Kamaloka. 

Dalam perjalanan menuju dunia roh halus, roh dan badan halus orang yang sudah mati akan melewati terlebih dahulu jembatan wot agil-agil, dan selanjutnya badan halus berikut rohnya akan menuju ke salah satu wilayah di Naraka, badan halus akan menuju lingkungan neraka yang sesuai. 

Bila terjadi roh (yang diselimuti badan halus) terlalyu baik untuk masuk kedalam neraka kedua, namun belum selesai untuk masuk kedalam kelangitan lapisan pertama. Ada beberapa sebab mengapa hal itu bisa terjadi, karena semasa menjadi manusia orang tersebut memiliki cita-cita dan belum tercapai hingga meninggalnya atau ketika ajal tiba orang tersebut masih mengkhawatirkan keluarganya yang terbengkalai atau semasa hidup orang tersebut terpaut pada satu kesenangan yang menghalangi rohnya untuk berpindah ke kamaloka, dan pada kejadian seperti ini roh akan tetap tinggal di bumi, pada bola wilayah pertama neraka hingga ikatan kesenangannya di bumi berhenti. Banyak roh yang berada dalam keadaan seperti ini belum mempunyai kesem[patan untuk berpindah ke dunia roh halus dan mereka yang semasa hidup berbuat jahat dan badan halusnya sudah berbentuk sesuai untuk keadaan neraka wilayah 7 maka akan langsung menuju ke tempat tersebut. 

Roh yang tinggal di bulatan wilayah lapisan pertama Naraka tidak akan lebih lama dari 30 tahun, karena sifatnya yang sangat berbeda dengan bumi, roh yang berada di lapisan neraka kedua sampai tujuh merasa tidak nyaman, dan semakin rendah posisi neraka, semakin tidak nyaman roh tersebut dan maik tidak nyaman bila letak bulatan ini lebih rendah lagi. Pendek kata roh , baik yang tinggal di tempat hunian roh(kamaloka) maupun yang di naraka, merasa tidak senyaman tinggal di bumi. 

Mereka yang dilahirkan kembali, namun juga belum lunas menebus karmanya setelah kematiannya dapat menempati ligkungan yang terletak pada lapisan langit pertama. Lamanya tinggal di neraka atau alanm roh tidak hanya tergantung pada umur semasa meninggal sebagai manusia, tetapi juga cara hidupnya sebgai manusia. Lama tinggal di tiap-tiap alam bila meninggal pada umur yang sangat tua tidak akan melebihi 1500 tahun matahari. Anak-anak yang meninggal pada usia belum mengerti sifat buruk, baik, akan dilahirkan kembali dalam waktu beebrapa bulan, kemungkinan anak tersebut akan dilahirkan kembali dari ibu yang sama. 

Binatang-binatang yang mati dalam umur dewasa, seperti manusia, memerlukan waktu untuk mengembangkan dirinya, mereka akan dilahirkan kembali dengan panca indera yang lebih tajam, tumbuhan yang atau batuan juga memerlukan waktu dalam pepengembangannya dan akan dibentuk kembali berupa batuan yang lebih mulia. Bila manusia sudah beberapa kali dilahirkan kembali dan tetap tidak dapat menanggalkan nafsu buruk manusia, akan meninggl dengan karma yang terakhir. Sesudah tiu akan dipindahkan ke dalam alam roh halus tertinggi. Setelah 33 hari hari persiapan, roh tersebut akan mengalami kematian yang kedua dan rohnya akan selalu bersama badan kerohaniannya dan akan pindah kedaerah bumi yang terletak dalam lapisan langit pertama menjadi salah satu tertinggi atau sering disebut “malaikat”. 

Disana akan diberi tugas untuk mengatur salah satu bagian alam semesta. Bilamaan roh tertinggi dalam perbuatan kebaikan, pengembangan dan kesadaran telah berkembang sedemikian rupa hingga dapat menempati salah satu bagian langit yang terletak di lapisan langit yang kedua, dia akan dilahirkan kembali diatas planet yang terletak menyerupai keadaan sebagaimana dilapisan langit kedua. Biloaman disini telah dicapai pengetahuan yang layak agar dapat berpindah tempat dilapisan langit yang kedua, akan berpindah tempat setelah kematiannya ke sebuah planet yang menyerupai tempat tinggal planet dimana sebagai manusia ia pernah hidup. Dengan cara demikian roh akan terus berkembang untuk mencapai lapisan langit yang lebih tinggi sehingga setelah mencapai lapisan langit yang lebih tinggi lagi akhirnya akan tiba di langit yang ke tujuh, dan disinilah roh tertinggi tidak akan dilahirkan kembali, dan disinlah roh manusia kembali ke Tuhannya. 

Selama bertempat tinggal di daerah luar kelangitan atau bertempat tinggal di lapisan pertama, lapisan kedua, ketiga, keempat, roh akan berada dalam wujud yang dinamakan “ rupa “ atau berbentuk, adalah masih mempunyai badan halus yang masih berwujud. Bila roh dengan beberap kali kelahirannya akhirnya tiba di lingkungan yang terletak di lapisan langit kelima atau lapisan langit dalam yang terendah maka bentuknya hilang atau menjadi “arupa” atau tidak tampak. 

Roh akan mempunyai bentuk seperti yang diciptakan oleh Tuhan. Wujudnya dapat seperti bentuk manusia, namun begitu agung hingga tidak tampak, sehingga layak untuk tinggal dilapisan udara yang paling halus. Harus dimaklumi bahwa di daerah “rupa “ pikiran masih mempunyai bentuk, namun di daerah “arupa “ tidak mempunyai bentuk lagi. 

Roh-roh halus yang tinggal di daerah halus akan menjadi”roh tertinggi”, roh halus yang tinggal di daerah astral akan menjadi “jin” dan yang tinggal di daerah kehidupan dinamakan “setan. Mengenai roh halus akan dijelaskan pada bab selanjutnya . 

(10) Badan Halus Manusia 

Ketika seseorang menghadapi kematian, pengalaman pertama roh adalah ingatan atas segala perbuatan yang pernah dilakukan selama hidupnya. Seluruh pengalaman yang pernah dilakoni akan tampak sebagai bayangan panorama yang melewati mata kalbunya, Dirinya seperti mendapat pantulan dari buku besar Agna Sandhani, dimana segala perbuatan atau pikran selama kehidupannya, seperti cermin yang dipantulkan kembali, rasukan kedalam sebagai ingatan diperlukan karena rekaman tindakan selama hidup sebagai manusia memang ditunggu oleh rohnya di daerah astral. Kebaikan dan keburukan yang dialami selama menjelang kematian bukanlah hukuman, semua adalah hasil kerja perbuatan sendiri selama hidup, sebagai bagian dari hukum karma ( manusai akan menerima dan mempertanggung jawabkan akibat dari semua perbuatannya ). 

Ketika Prana atau napas atau kekuatan hidup telah hilang dari badan kasar, semua yang pernah dimiliki akan hilang, isinya pindah ke badab halus, badan jasmani atau badan kasa rseolah menjadi sebuah baju yang ditanggalkan dan tidak dipakai lagi. Keadaan ini tidak segera di sadari oleh manusai yang telah berbadan halus, hal ini karena sifat kebiasaan dan juga nafsu kesenangannya ikut berpindah ke badan halusnya. Pada saaat bangun dari tidur kematian selam 3 hari, dia masih belum merasa kehilangan badan kasarnya, tindak tanduknya masih menyerupai ketika dia hidup, setelah 7 hari barulah badan halus akan mengalami perubahan besar, lepasnya lapisan kulit halus dari kulit kasar menyebabkan semua aliran magnetisme bumi yang mengikat pada badan halus ke dunia nyata berhenti secara total. Badan halus hanya akan menerima magnetisme astral (dunia halus) yang menyebabkan dari hari ke hari menjadi semakin dingin, akhirnya sesuai dengan hokum karma, badan halus ini akan berubah bentuk sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya ketika hidup di dunia nyata. 

Dalam proses ini badan halus diubah dan dibentuk melalui pemurnian pikiran secara paksa. Berdasarkan hokum alam yang tidak berubah, keadaan ini hamper sama dengan keadaan manusia yang jatuh ke air dan mencoba untuk mencapai tepi daratan dengan berenang demi keselamatan dirinya. Hukum ala mini yang memaksakan roh dalam badan halus menyadari bahwa dirinya tidak lagi memiliki badan sebagai manusia. Bagi manusia yang semasa hidupnya bertingkah laku baik, proses perubahan ini dinamakan Iyatama yaitu badan halus berubah menjadi bentuk yang sesuai untuk bertempat tinggal di dunia roh halus atau dunia kelangitan. Roh yang badan halusnya telah bebas dari hawa nafsu dan kesenangan dinamakan Moksha, dan roh ini menuju ke kelangitan pertama. 

Proses perubahan badan halus dari manusia yang selama hidup berbuat jahat dinamakan Dhruwan yaitu badan halus akan berubah bentuk aksar, roh dengan badan halus yang “kasar” leboh cocok untuk tinggal di lingkungan Naraka ( suatu lingkungan yang digambarkan memiliki kedudukan lebih rendah dari bumi tempat kehidupan nyata ). Terdapatroh-roh yang terlalu baik untuk menempati daerah neraka, namun belum cukup baik untuk memasuki lapisan pertama Kamaloka (kelangitan ). Ada juga roh yang masih ingin tinggal di bumi yang sukar ditinggalkannya. Dalam kejadian ini, badan halus tidak akan mengalami perubahan, sebagaimana yang dijelaskan diatas, tetapi akan tetap berada dlam wujud biasa. Badan halus tersebut baru dapat meninggalkan dunia dengan cara menghilangkan keinginan atau nafsu yang mengikatnya sehingga sesuai untuk bertempat tinggal di Kamaloka. Perubahan badan halus pada roh semacam itu berjalan lambat, yaitu sekitar 30 tahun, sebenarnya perubahan badan halus sudah dimulai ketika manusia masih hidup, perubahan badan halus tersebut tampak pada badan kasarnya. 

Tiap nafsu dan keinginan akan membawa tanda-tanda pengenal tersendiri, secara perlahan tanda pengenal ini akan tampak dan dengan garis-garis yang nyata akhirnya menjadi tanda yang tetap bagi seluruh tubuh yang menggambarkan nafsu dan keinginan itu. Perbuatan yang telah dan akan dijalankan manusia juga terlihat dalam gerak-gerik badannya ataupun nada bicaranya. Nafsu dan keinginan ini selalu membentuk diri manusia karena jiwa yang dijalankan oleh nafsu dan keinginan akan diubah menjadi bentuk fisik manusia. Oleh karena itu bisa disebut badan manusia adalah gambaran jiwa. Jiwa kebinatangan mengubah manusia dan badan manusia menyesuaikan diri denga jiwa tersebut. Kemaksiatan dan kejahatan adalah penyebab yang membentuk garis – garis menyeramkan pada wajah manusia yang dapat dilihat oleh semua orang. Akan tetapi kebaikan juga dapat mengubah bentuk muka manusia yang buruk menjadi tampak menarik 

Oleh karena itu setelah kematian manusia maka badan halus akan mempunyai bentuk yang sama ketika badannya masih hidup dan mempunyai sifat yang sama yang dibentuk oleh nafsu dan keinginannya. Semasa hidup karena ajaran dan pendidikan, manusia berusaha menyembunyikan sifat yang sebenarnya, disebabkan hokum karma maka setelah kematiannya dan kebangkitan kembali, rohnya akan menyatu kembali dengan pikiran dan kemauan sehingga menjadi satu kesatuan. Dalam dunia halus(astral), semua kekuatan yang ada lebih kuat dari kekuatan badan halusnya, oleh karena itu, manusia akan memperlihatkan sifat sesungguhnya tanpa malu-malu, bilamana manusia itu memiliki sifat buruk maka keburukan ini akan di pancarkan keluar melalui badan halus dan perbuatannya, dalam dunia halus tiap roh akan berbuat sesuai sifatnya. 

Bagi manusia yang baik, karena keadaan terpaksa berbuat jahat, tidak akan menampakkan keburukan. Sifat aslinyalah yang di tunjukkan, oelh hokum karma , keburukannya dihapus dan akan menunjukkan sifat murninya, semuanya akan tampak dalam gerakan badan halusnya, edngan demikian melalui badan halus setelah kematian dan kebangkitan, roh akan tampak seperti sifat asli seseorang. 

Bagaimana bila roh yang jahat dan roh yang bai,k bertemu ? dalam hokum karma , roh sesudah perubahan badan halus seakan dipaksa untuk sukarela berpindah ke daerah yang sesuai dengan sifat dan kelakuannya. Hukum karma bekerja untuk mengubah badan halus seseorang sesuai dengan gambaran yang dibuat oleh manusia ketika ia masih hidup. Dan hokum karma ini sangat kuat sehingga menempatkan tiap manusia pada tempat yang seharusnya, dan akibat dari hokum ini, kelahiran kembali memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk memperbaiki dirinya dan juga untuk melakukan perjalanan yang panjang untuk sampai ke daerah di kelangitan pertama, demikianlah manusia dinilai sesuadah kematiannya. 

Roh tidak akan langsung menghadap Tuhan, tetapi mereka harus melewati saringan dan hukuman yang mengikuti hukum, sebab dan akibat, dan darisinilah manusia menentukan nasib dan kebahagiaannya sendiri. Badan halus sesuadah mengalami perubahan dapat menjadi indah, halus, ringan namun juga dapat sebaliknya. Ketika roh meninggalkan alam nyata akan tergantung dari derajat kehidupan badan halusnya, bila badan halus tiba dalam keadaan Iyatana maka rohnya akan “terbang”menuju wilayah di kelangitan ke tujuh. Bila badan halus berada dalam keadaan Dhruwan maka badan halus beserta rohnya akan masuk ke wilayah neraka karena lapisan hawa yang menahan berat roh ini. 

Ada juga keadaan yang lebih tinggi dari Moksha, yaitu bila roh dapat mencapai lapisan langit yang keempat, yang kemudian sampai didaerah langit yang kelima. Disini, roh dalam badan halus berubah dari “rupa” ke “arupa”. Keadaan ini dinamakan Saiyadiyam, yaitu mencapai satu kiesatuan dengan Tuhan. Bilamana roh telah sampai dalam keadaan ini maka setelah kematian dalam wujudnya akan sampai pada daerah di kelangitan kelima, dan jiwanya telah murni atau”arupa”. Roh-roh dari daerah “arupa” ini dikirim kemabli ke bumi melalui proses kelahiran kembali, dan dalam proses ini mereka dilahirkan kembali sebagai manusia dan seperti manusia biasa, mempunyai badan hidup dan jiwa kebinatangan, bila sudah mencapai umur dewasa, melalui sebuah proses akan menanggalkan jiwa kebinatangannya yang hanya diketahui oleh mereka sendiri, dan selanjutnya bersama dengan roh keluhuran yang mulia, mereka didunia dalam keadaan suci dan bebas dari nafsu, kesenangan, dan keinginan. Keadaan ini dinamakan Muti dan mereka dapat berkomunikasi dengan daerah halus dan daerah roh, hal ini terjadi karena rohnya tidak mengalami hambatan dan bebas untuk meninggalkan badannya untuk beberpa waktu. Manusia-manusia semacam ini menyadari keadaaanya dan jarang meninggalkan tempat tinggalnya, mereka bebas dari penyakit dan kesedihan. 

Tujuan hidup orang dengan roh dari daerah “arupa” adalah untuk menolong orang lain, dan orang ini memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak mungkin dilakukan olehnya pada kehidupan sebelumnya. Kemampuan istimewa ini juga tidak dimiliki oleh orang pada umumnya, bila tugasnya di bumi selesai maka rohnya akan meninggalkan badan keduniawiannya dan akan berada kembali dalam keadaan Saiyadiyam untuk kembali lagi ke daerah kelangitan. 

Roh tertinggi mendapat tempat di kelangitan ke tujuh, mereka dikirim ke bumi sebagai manusia terpilih, menggunakan badan wujud keduniaan untuk mengajarkan agama di dunia, akan meninggalkannya kembali bila tugasnya di bumi sudah selesai, dan kembali lagi ke langit ke tujuh. Roh para “utusan” tidak akan dilahirkan kembali di bumi, mereka menjadi roh utama dilangit ke tujuh yang dinamakan Wikhonddham, yaitu Kesempurnaan yang paling sempurna. 

(11) Keadaan di Neraka 

Roh badan astral dari orang yang mati dalam keadaan Dhruwan tidak dapat memasuki daerah kamaloka, roh tersebut akan tergiring masuk ke dalam lingkungan di Naraka yang sesuai untuk menampung badan halusnya. 

Roh dalam 7 Lingkungan Naraka

Lingkungan dalam Naraka terdiri dari 7 jenis, yaitu lingkungan ke 7, 6 dan 5 secara keseluruhan adalah lingkungan “nafsu” dan “kesenangan” yang dinamakan juga “nerakanya Naraka”. Disana tinggal roh-roh manusia yang memiliki sifat kebinatangan, roh yang tinggal disini merupaakan roh manusia yang derajatnya paling rendah. 

Naraka ke 7 ditempati para pembunuh yang melakukan kejahatan berencana dengan maksud mencari keuntungan, termasuk mereka yang menghuni naraka ke 7 adalah orang yang memilih kejahatan sebagai pilihannya, diantaranya adalah para pencuri. 

Bola atau lingkungan ke 6 naraka ditempati roh-roh dari orang yang ketagihan madat, termasuk juga golongan ini adalah manusia yang mengumbar hawa nafsu dan kesenangan, mereka adalah orang yang sewaktu semasa hidup telah memilih untuk membiasakan diri hidup buruk. 

Bola ke 5 ditempati roh-roh dari manusia yang semasa hidupnya menjalankan kehidupan bengis dan kasar, mereka tidak mengenal sifat baik dan hanya mencari kesenangan untuk mengumbar nafsu kebinatangannya dan pada saat kematiannya tidak mengubah sifat-sifatnya, dan setelah kematiannya roh ini akan merana karena telah kehilangan bentuk badaniahnya, dengan demikian mereka tidak dapat lagi mengumbar hawa nafsunya, keadaan mereka seperti orang yang memakai obat bius dan secara tiba-tiba harus berhenti, roh-roh ini secara terus menerus merasakan kesengsaraannya. 

Sebenarnya istilah “kehilangan” kesenangan mereka tidaklah tepat, karena pengalaman hidup di naraka adalah merupakan hasil perbuatannya sendiri semasa hidupnya berperilaku buruk, inilah hokum alam baka bahwa perilaku buruk akan menghasilkan akibat buruk bagi pelakunya, dan setelah kematiannya bila nafsu dan keinginannya telah padam maka badan halus juga akan terasa ringan dan memnuhi syarat untuk dilahirkan kembali sebagai manusia, oleh karena hukum karma, hal yang sama menimpa roh halus yang menghuni lingkungan Naraka yang lain. 

Bola Naraka ke 4 di tempati oleh makhluk-makhluk halus dari manusia yang selama hidupnya hanya mengenal kepentingannya sendiri dan memiliki sifat rendah, selalu merugikan orang lain, tidak perduli terhadap kesenian, ilmu pengetahuan dan hanya mengahbiskan waktu untuk mengobrol kesana sini tanpa tujuan, senang membicarakan orang lain, atau mencelakakan orang lain, pembohong, dan mereka selalu melihat bayangan dari roang-orang yang dirugikan oleh perbuatannya, bayangan itu begitu kerasnya sehingga menimbulkan penyesalan tiada henti.

Bola atau lingkungan Naraka ke 3 ditempati oleh roh-roh orang yang semasa hidupnya menjadi manusia fanatic atau keras meskipun dalam kehidupan sehari-hari kelakuannya baik, dalam melakukan ibadah mereka menyimpang sehingga menjadikannya egois, serta berpandangan sempit terhadap orang-orang di sekitarnya. Ketika hidup di dunia mereka selalu berbicara Naraka dan dosa serta menuduh orang disekitarnya tidak beragama, dengan selimut keshalehan mereka berbuat tidak senonoh, mulutnya selalu menyebut nama Tuhan namun hatinya iblis, mereka memandang agama hanya sebagai kepercayaan yang daapt memberi keuntungan bagi dirinya. 

Bola atau lingkungan naraka ke 2 ditempati roh yang ketika semasa hidupnya mengembangkan pikiran hanya untuk kepentingan dunia semata, kemampuannya hanya untuk mengejar duniawi saja, materialistis, merek tidak percaya Tuhan dan utusannya, roh ini bisa segera dibebaskan dari jalan menyimpang karena sebagai roh dapat segera melihat akibat yang diderita oleh yang lain. Merka di taruh di naraka ke 2 agar untuk menginsyafkan dari pikiran menyimpangnya, karena sebebnarnya pikiran mereka berkembang dengan baik, dan setelah insyaf badan halusnya menjadi lebih ringan sehingga dapat mudah mencapai bumi untuk memberi pertolongan pada orang yang membutuhkan, dengan keinsyafannya mereka mencoba menyadarkan orang-orang di bumi menuju jalan yang baik. 

Roh-roh ini juga menempati lingkungan Naraka pertama, ke2, ke 3 dan ke 4 dapat kembali ke bumi untuk memberi tahu manusia mengenai datangnya suatu bencana dan disampaikan melalui mimpi dan dialami pukul 02.00 hingga 06.00 dan ini disebut Daradasih, yaitu karena jiwa meninggalkan badan dan bertemu dengan roh yang kembali ke bumi dari lingkungan naraka, para roh dari naraka juga dapat memberi peringatan menggunakan “medium” yaitu orang yang dijadikan sarana oleh roh untuk menyampaikan berita. Bila roh-roh yang berdiam di naraka ke 2 mampu melihat kesalahan yang telah dibuatnya dan memperbaikinya mereka akan bahagia tinggal disana. Bagi mereka yang telah menyadari kesalahannya, tinggal dilingkungan pertama Naraka, Lingkungan pertama adalah bumi tempat kita berdiam, ditempat ini roh berdiam dalam bahasa kehidupannya dan oleh hukum karma diberikan kesempatan untuk mengambangkan dirinya untuk menjadi lebih tinggi lagi, dengan cara ini akan dilahirkan kembali dan akan terus-menerus demikian sehingga setelah kematiannya akan berdiam di tempat hunian roh-roh (Kamaloka). Roh tidak perlu mendiami semua lingkungan Naraka, roh yang telah dilahirkan kembali sebagai manusia, setelah kematiannya akan menempati lingkungan yang sesuai dengan perilakunya di bumi setelah kelahiran kembali tersebut

Bumi dan Kematian

Selama bediam di bumi atau neraka pertama, para roh dimana jiwa masih terikat pada badannya, jiwanya masih mencari kesana kesini tanpa tujuan, roh akan berkelana hingga akhirnya kulit halus(wethala) tidak dapat menjalankan fungsinya lagi, setelah sekian lama, badan halus akan bersatu lagi dengan rohnya dan dalam 4 hari sesuadah pertemuan ini, akan dilahirkan kembali sebagai manusia. 

Roh-roh yang telah dilahirkan kembali, setelah kematiannya menjadi 2 jenis. Pertama, roh sebagai manusia yang tidak mengumbar nafsunya dan sesuai cara hidupnya, kemudian ditempatkan disalah satu dari 7 bola atau lingkungan dari dunia roh halus (kamaloka). Kedua, kemungkinan roh akan ditempatkan dilingkungan kedua, ketiga atau keempat Naraka. Mereka yang semasa hidup mengumbar nafsu habis-habisan akan tinggal di lingkungan Naraka ke 5, keenam atau ketujuh, bagi mereka yang mengumbar nafsu, akan direnggut dari tidur kematiannya. 

Setelah kematian seseorang karena roh terikat pada kulitnya dan tidak dapat melepaskan dirinya sebelum tali jiwa di putus, rohnya akan berkelanan dan hanya berhubungan dengan roh kebinatangannya melalui tali jiwanya, dan disebut roh”tanpa jiwa”, dan ini dapat dipengaruhi oleh pikiran buruk atau mantra yang menyebabkan roh menjadi hantu atau sebaliknya dapat dipengaruhi oleh pikiran yang baik. Bila la kulitnya tua maka roh dan jiwanya akan bersatu lagi, setelah bersatu selama 4 hari rohnya akan berada dalam lingkungan yang sesuai dengan badan halusnya. 

Bagaimana roh dari orang yang belajar ilmu hitam ? sebenarnya mereka sudah mengetahui bila ia mati, mereka tidak dapat menunda atau hindari akibat yang akan diterimanya, oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah mencoba mempraktikkan ilmunya terhadap dirinya sendiri, dan setelah kematiannya maka badan berada dalam keadaan mati suri, selama itu badan tidak dapat hancu dan hukum karma tidak akan berpengaruh terhadapnya, bila ia meninggal, badannya tidak “rusak” sehingga kulit halusnya dipaksa untuk tetap berfungsi. Roh akan tetap terikat dibumi, sedangkan badannya akan berada dalam keadaan tidak sadar, dalam keadaan dimana badan keduniawiaan berusaha agar tetap hidup, diperlukan zat-zat kehidupan, dan ini diperoleh dari dengan menghisap darah dari orang yang sedang tidur untuk dialirkan kedalam badannya, hantu demikian dinamakan hantu penghisap darah dan banyak melakukan kejahatan dengan memanfaatkan mantra ilmu hitam. 

Dan ini berada dalam kuburan kering, dalam kondisi mati suri dan berlangsung lama hingga akhirnya selaput keduanya (kulit halus) tidak berfungsi lagi, badannya hancur menjadi tanah. Sesungguhnya setalh 7 hari kematian, rohnya dipaksa meninggalkan bumi dan tunduk pada hukum karma dan salah astu cara agar mau meninggalkan dunia adalah mengeluarkan jasadnya dari kubur dan membakarnya, dan umumnya badan mati suri yang dikeluarkan dari kubur tergenang darah. Setelah dibakar jasadnya , barulah proses hukum karma berlaku dan sebagai akibat menahan hukum karma terlalu lama badan halusnya akan masuk lingkungan ke 7 Naraka dalam keadaan lumpuh dan tidak berdaya, karena lumpuh maka mereka merangkak selama berabad-abadsebelum sampai kediamannya di Naraka, dan diperlukan menunggu berabda-abad lagi untuk menunggu kelahirannya kembali sebagai manusia. 

Makhluk celaka demikian disisa waktu dariKalpa (waktu beribu-ribu tahun menurut perhitungan dunia) akan tetap tinggal di Naraka yang ke 7, kemajuan menuju kebaikan sangat lambat

Keadaan neraka

Sebagai bagian dari hukum karma, roh dalam lingkungan naraka mengalami perubahan sebagai berikut. Apa yang dikerjakan oleh manusia selam ini akan menentukan keberadaan badan halusnya setelah kematian. Kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di narka adalah karena roh tidak menanggalkan sifat buruknyadan akan selalu mencoba untuk memuaskan nafsu dan kesenangannya, bila bisa menanggalkan maka keadaan di naraka tidak yang tidak menyenangkan akan berhenti dengan sendirinya. 

Karea hukum karma maka roh di Naraka akan diajarkan untuk menghilangkan nafsu kebinatangannya, bila sudah dalam demikian jauh maka nafsu dan keinginan akan berhenti dan badan halusnya mati untuk dilahirkan kembali sebagai manusia dan ini adalah kesempatan untuk melaksanakan kehidupan yang lebih baik. 

Keenam lingkungan Naraka bagian bawah, masing-masing dibagi menjadi lima bagian daratan, seperti hunian dibumi. Dalam setiap lingkungan juga seperti di bumi, akan terjadi sore dan malam hari, disebabkan oleh kegelapan yang ada, keadaan disana sanagt buruk, air yang ada di danau dan sungai dalam keadaan kotor, tanahnya lembab, basah dan berbau busuk. Burung yang ada disana adalah burung malam pemangsa, binatang berkaki empat dan melata adalah binatang yang ada di bumi, hanya saja dising hari mereka bersembunyi dan malam hari mencari mangsa, serangga juga hanya terbang dimalam hari, binatang buas sering menyerang, merusak dan memangsa penghuni neraka. Karena badan halus adalah badan yang berkeinginan dan nafsu artinya, dapat hidup dan mati, maka mahkluk-mahkluk halus disana juga dapat mati karena perbuatan kekerasan.

Karena menurut hukum roh akan abadi maka 3 hari setelah kematian tersebut badan halusnya harus dihidupkan lagi, seluruh luka sembuh, ini akan berlaku untuk pakaian yang dipakai roh halus di neraka, bila pakaiannya terpotong-potong maka lubang akibat potongan tersebut dengan sendirinya akan menutup, seperti keadaan sebelumnya..

Wujud roh, melalui badan halusnya, di naraka mencerminkan nafsu, keinginan, dan kesenangan yang ada pada padanya, oleh karena itu roh halus yang ada disana akan berwujud sebagai mahkluk yang mengerikan dan dinamakan setan. Roh-roh halus yang di neraka ini berdiam di celah-celah rumah yang hamper ambruk, seperti orang kere di kota besar, dank arena panca indera dari setan lebih tajam maka kesenangan atau kesusahan yang dialami akan memberikan kesan yang jauh lebih mendalam daripad di bumi, dan setan dalam naraka tidak memiliki “rasa bersalah”, karena sesuai hukum karma, rasa bersalah akan menyebabkan dilahirkan kembali ke bumi. Setan di naraka tidak pernah menyesalsehingga tidak dilahirkan kembali ke bumi, sebagaimana manusia. Akakn tetapi kesenangan disini berbentuk kasar dan tidak beradab, pengaturan roh-roh halus di Naraka dilakukan oleh malaikat yang juga akan menentukan kapan roh dapa tdilahirkan kembali, dan pengaturan oleh malaikat hanya bersifat sementara, penghuni narka selalu dilanda “ketakutan” seperti orang jahat di bumi takut pada penjara maka penghuni naraka juga takut pada hukum karma. 

(12) Keadaan Dunia Roh

Dalam waktu 7 hari setelah seseorang meninggal, roh dan badan halusnya akan menuju ke dunia lain, dan dalam badan halusnya roh mempunyai kemampuan melayang dan ini tergantung derajat berat ringannya badan halus. Roh akan melayang sedemikian tinggi hingga akhirnya akan masuk ke salah satu lingkungan dalam Kamaloka atau dunia roh, dan berat ringannya badan halus akan menentukan jenis lingkungan (bola) dunia roh halus yang sesuai.

Terdapat 7 lingkungan yang dihuni oleh makhluk halus, dalam lingkungan tersebut , roh belum dapat meninggalkan seluruh nafsu, keinginan, dan kesenangan, akan tetapi mereka telah mengetahui baik buruk prilakunya, dalam kehidupan sebagai manusia mereka telah mencoba menghilangkan sifat-sifat buruk tersebut, namun belum berhasil seluruhnya. Derajat kesempurnaan yang telah dicapai sebagi manusia akan menentukan tinggi rendahnya lingkungan yang akan dihuni, ditempat tersebut juga tinggal roh-roh halus dari manusia yang semasa hidup hanya dipengaruhi sedikit nafsu dari keinginan dan kesenangan, oleh karena itu roh-roh itu akan bergerak dari bola bagian bawah ke arah atas yang paling sesuai dengan perkembangan dan derajat kesempurnaannya, jadi disini juga berlaku hukum karma.

Dalam bola pertama berdiam roh-roh yang semasa hidupnya sebagai manusia dikaruniai kepandaian, hanya saja kepandaian tersebut hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, mencapai kemakmuran tanpa peduli manusia lainnya.

Dilingkungan ke dua bertempat tinggal roh-roh yang dikaruniai kepandaian dan mengatur dirinya sesuai pemikiran bersama dalam hidupnya sebagai manusia

Dilingkungan ketiga bertempat tinggal roh-roh dari manusia yang dikaruniai kepandaian namun memanfaatkan nya untuk mencari ketenaran diri semata.

Dilingkungan keempat bertempat tinggal roh-roh yang berbakat dengan kepandaian demi kepentingannya sendiri.

Dilingkungan kelima bertempat tinggal roh yang dari manusia yang berbakat dengan kepintaran yang murni dan sebagai manusia menjalankan hidup bersihtanpa mementingkan diri sendiri dengan menolong orang lain.

Dilingkungan keenam bertempat tinggal roh-roh dari manusia dengan kepandaian sempurna dengan kepandaian, menjalankan hidup baik murni dan murni dan menghambakan hidupnya demi kepentingan orang lain.

Dilingkungan ketujuh bertempat itnggal roh-roh dari manusia dengan kepandaian yang sempurna dan sesuai untuk memberi pelajaran kepada orang banyak, sebagai manusia dia banyak berkorban untuk orang banyak agar orang lain tidak berbuat jahat. Roh-roh di lingkungan ke 7 sebenarnya telah mendapat anugerah dari swarga (surga), mereka hidup di dunia roh tertinggi untuk mempersiapkan kematiannya yang kedua agar dapat menanggalkan badan halus atau jiwa kebinatangannya

Terdapat manusia yang memanfaatkan kekeuatan terpendamnya untuk kepentingan kebaikan manusia “ilmu putih” dan dapat dipakai untuk mati suri, dan saat itu roh dapat melakukan penyelidikan ke dunia halus para roh, seseorang yang menjalankan hidup penuh kesucian dan hidup menyendiri telah mendapat rahmat kesurgaan, dan dengan kekuatan terpendamnya mereka dapat berdiam dalam waktu yang lama di bumi untuk melayani kepentingan orang-orang yang ada. Tujuh hari setelah kematiannya, rohnya akan mencapai langit atau lingkungan ke 7 dan disini roh melakukan persiapan untuk berpindah ke kelangitan yang pertama

Kondisi dalam dunia roh lebih menyenangkan dari pada di bumi, kebahagiaan dalam dunia roh disini disebabkan karena roh-roh halus lebih mudah bergerak, pancaindera dan pikirannya menjadi lebih tajam dan berkembang. Karena disini hubungan antara pikiran dan kemauan bersifat murni maka semua hal yang sifatnya mengganggu, seperti basa basi, malu, ketakutan dan berpura-pura akan hilang sehingga tiap roh akan bertindak seperti apa adanya ( yang ada pada roh adalah Kebenaran)

Karena keadaan ini maka roh tidak dapat berbuat dosa meskipun nafsu, kepentingan dan keinginannya di dunia roh belum hilang sama sekali, segala nafsu dan keinginan baru akan hilang bila roh berada dalam peralihan ke daerah yang sama dengan bumi yang terletak di lapisan langit pertama, ditempat hunian, roh-roh harus belajar untuk pekerjaan yang akan dilakukan kemudian di dunia kelangitan.

Dunia roh dalam hal ini dapat dianggap sebagai kawah pendidikan tertinggi roh, dimana roh diberi pelajaran untuk melakukan sesuatu yang lebih tinggi. Dibeberapa bagian kediaman roh-roh, ada perpustakaan berikut buku-bukunya yang berisi masalah dan persoalan yang belum dikenal di bumi untuk kemudian hari akan disiarkan di sana oleh roh yang akan ditunjuk. Bila roh sudah menjalani dan menamatkan suatu kelas maka ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia untuk menyebarluaskan di bumi apa yang telah dipelajari, dengan cara ini secara bertingkat ia dapat menyebarkan ilmunya dibumi secara terus-menerus akan dilakukan kembali untuk menyebarkan ilmu yang lebih tinggi lagi bila ia dilahirkan kembali sebagai manusia . 

APapbila dengan cara menyebarkan ilmu di bumi tidak berhasil maka manusia ini setelah kematioannya akan berada kembali di lingkungan dimana ia dulunya berada. Dengan pengalamannya dibumi semula, ia akan lebih mudah belajar untuk menjalankan tugas berikutnya. Smeua yang dipelajari dan dilakukan oleh manusia sewaktu hidup di bumi, dalam dunia roh akan terus dikembangkan sehingga ia akan lebih maju, dan hidup di dunia roh hampir sama dengan hidupdi bumi, untuk roh menjadi 365% lebih ringan. Perbandingan ini juga berlaku dalam hal kemampuan untuk melakukan sesuatu, seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, gerakan dari imamnya, dan semua yang berhubungan dengan penghidupan roh-roh

Walau di tempat hunian, roh-roh berjalan lebih cepat daripada di bumi, waktu 1 hari di dunia roh sama dengan waktu 1 tahun matahari dibumi, meski demikian percepatan waktu di dunia roh tidak dapat diterangkan, apa yang dinyatakan kekal di bumi, didunia roh menjadi “waktu sekarang”

Badan halus dalam dunia roh halus sama dengan badan dari manusia yaitu dari zat padat, namun lebih halus dan dari sifat yang berlawanan. Tanpa memiliki kemampuan khusus, manusia berbadan kasar tidak dapat melihat roh halus, juga roh halus dari lingkungan yang rendah tidak dapat melihat tidak dapa tmelihat roh halus dari lingkungan yang lebih tinggi sebelum roh yang lebih tinggi menyelimuti roh yang rendahdengan auranya. Roh didunia, roh menjalani kehidupan seperti dibumi dan jga melakukan kesenangan antar sesamanya, mereka mempunyai kekautan untuk mewujudkan apa yang sedang dipikirkan atau yang sedang diinginkan dan diperlukan. 

Dengan cara ini, pakaian yang dipakai diciptakan melalui pikirannya, kemauan dalam pikirannya sendiri dapat menciptakan sesuatu yang diinginkan, cara menciptakan ini menjadi salah satu dan kebahagiaannya, jika barang yang diinginkan tidak diperlukan lagi maka barang tersebut akan lenyap, percakapan diantara para roh dilakukan melalui jalan pikirannya, cara berpikir dalam daerah halus merupakan latihan yang berat seperti juga menguasai pikiran sebagai manusia .

Tiap pikiran adalah bentuk di dunia halus disebabkan daerah halus adalah dunia pikiran, sebagaimana seorang anak dibumi yang harus belajar bicara, maka tiap roh halus yang berasal dari badan keduniawian harus belajar untuk menggunakan pikirannya sebagai alat bicara.

Mereka juga harus belajar untuk melihat dengan baik, pada awalnya semua yang mereka lihat tampak sebagai kabut, demikian pula pikirannya, pada awalnya pada awalnya tampak semua sebagia kabur. Bila roh sudah biasa memersatukan pikirannya untuk mewujudkan sesuatu maka bentuk tersebut terwujud, seperti zat ether yang menebal. Berwujud nya pikiran disebabkan dikelilinginya buah pikiran oleh aura jiwa. Demikian jug yang terjadi bila melihat sesuatu, roh perlu melihat benda-benda berwujud, baik jarak jauh maupun pendek agar jiwanya dapat dikelilingi oleh aura.

Roh halus makan minum sesuai dengan ketika mereka hidup dibumi, karena makanan yang dimakan oleh roh-roh adalah makan yang ada dibumi. Jatuhnya buh yang belum matang dari pohon atau matinya tumbuh-tumbuhan sebelum waktunya adalah karena dimakan oleh roh halus.

Bila roh sudah mencapai daerah astral maka badannya dihidupkan oleh 7 unsur, yang dilakukan oleh jiwa hanya mengambil pernafasan untuk mengambil magnet astralnya. Dengan cra ini roh mengambil energi dan kekuatan untuk mewujudkan buah pikirannya, bila roh halus dalam lingkungannya ingin bergerak maka buah pikiran membentuk tempat yang dikehendaki, cukup dengan berpikir saja . Mereka akan berpindah sesuai dengan kecepatan buah pikirannya. Daya cipta roh-roh ini dapat berkembang sedemikian rupa sehingga dengan mewujudkan buah pikirannya saja dapat memberi peringatan kepda seorang manusia di bumi. Merek juga dapat mengirimkan buah pikirannya dan merasuk kepada orang yang hidup dibumu, roh yang dimasa hidupnya pernah menjalankan pembunuhan, dengan buah pikirannya yang keras dapat mewujudkan sejenak. Daya lihat roh jauh lebih tajam, lebih jauh dari manusai dan dapat menembus barang-barang yang padat. Sebuah benda boleh dikata dapat dilihat dari semua sudut, bagian dalamnya juga dapat kelihatan dengan jelas seperti bagian luarnya, karena dari daerah astral dapat melihat semua kejdian di bumi maka penglihatan jauh dari sebuah roh yang baru bangun dari mati surinya akan mengalami kesukaran untuk mengerti apa yang dilihatnya.

Dengan beebrpa persyaratan, roh yang telah berkembang dengan pikirannya saja dapat mewujudkan badan halusnya supaya tampak dalam sekejap. Hal ini dapat dilakukan tanpa perantaraan, roh berubah menjadi manusia, dapat berbicara atau menampakkan diri, mengeluarkan bunyi-bunyian atau membuat tulisan yang tampak. Roh-roh dari kalangan yang lebih tinggi dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh dari kalangan rendah, akan tetapi sebaliknya roh dari kalangan yang lebih rendah tidak dapat berhubungan dengan roh dari kalangan yang lebih tinggi.

Untuk roh-roh yang berdiam dilingkungan kelima dan keenam, sulit untuk mengunjungi lingkungan roh di bawahnya karena keringanan tubuhnya menyebabkan sulit untuk turun, roh-roh yang tinggal dilingkungan yang ke 7, yang menuju ke dunia kelangitan, tidak dapat lagi mengunjungi bumi karena lingkungan mereka tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan bumi.

Karena ke 7 lingkungan hunian roh adalah pencerminan dari bumi maka keadaan disana sama dengan yang di bumi, tiap lingkungan hunian dibagi sama sesuai dengan bumi, yaitu dalam 5 bagian dimana 5 golongan bangsa berada. Tiap bagian dibagi lagi kedalam beberapa Negara dan bahasa, seperti yang ada di bumi. Tiap Negara mempunyai kota, desa dan kampong, seperti yang ada di bumi, dan tiap tempat dibagi lagi ke dalam golongan sesuai dengan tingkat di masyarakat dan kelompok keluarga, seperti di bumi. Cahaya di dunia astral lebih lembut daripada di bumi, tidak menyebabkan dingin atau panas, disana juga tidak ada perubahan suhu. Cahaya matahari yang dipantulkan ke dunai roh tidak membedakan antara siang dan malam, tetapi memberika cahaya yang tidak menyilaukan pandangan. Selanjutnya ditemukan didaerah astral gunung, bukit, laut, danau, sungai, rawa, hutan, kebun dan lainnya, seperti di bumi sesuai bentuk dan tempat di bumi.

Semua dipantulkan kembali, juga gedung,, rumah dan barang-barang, dibuat seperti yang ada di bumi, disana juga terdpat “pantulan barang dan benda yang pernah dibuat, namun sudah tidak ada dibumi. Pemerintahan terhadap 7 bola atau lingkungannya ditugaskan kepada roh tertinggi yang berasal dari daerah “arupa”, sedangkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok dari roh halus akan dilakukan oleh para roh tertinggi dari jenis yang sama, seperti roh-roh yang ada. Roh tertinggi ini memberi pelajaran terhadap roh-roh halus pada waktu tertentu dan juga menentukan kelahiran kembali dari roh.

(13) Keadaaan di Swarga

Seseorang yang meninggal pada hari ke tujuh setelah kematiannya , ada yang rohnya dalam keadaan Moksha, terbebas dari nafsu, kemauan dan keinginan dan memungkinkan roh dan badan halusnya berada pada lingkungan bola ke tujuh dalam alam roh, dan ini merupakan lingkungan peralihan ke kelangitan pertama.

Setelah melewati waktu persiapan selama 33 hari, yaitu 40 hari matinya badan kasar, badan halusnya akan binasa. Roh bersama-sama badan kerohaniannya akan tiba di daerah sejenis bumi yang terletak di lapisan pertama dan disanalah mereka menjadi roh tertinggi atau roh kahayangan. Berdasar kecakapannya, mereka akan diberi tugas untuk membantu mengatur alam semesta dan diangkat lagi ke lapisan yang lebih tinggi berdasarkan tingkat kecakapannya. Semuanya akan diatur oleh hukum alam yang tetap dimana roh kahayangan, seperti juga roh yang berada dialam roh yang akan menempatkan diri sesuai dengan kecakapannya, mereka akan di tempatkan di area tujuh bagian kelangitan, penempatannya ditentukan oleh keberadaannya ketika berada dialam roh saat dilingkungan bumi .

Karena dialam nyata manusia diciptakan untuk meemrintah bangsanya sendiri didunia, roh halus di kelangitan juga seperti itu. Roh kahayangan . yang dengan maksud tertentu menampakkan diri di alam nyata, penampakannya hanya di tujukan kepada manusia satu jenis ras atau suku, atau bangsa yang sama. Mereka juga berbicara sesuai daerah asal atau bangsa ketika mereka hidup sebagai manusia dialam nyata, dengan demikian, roh leluhur pelindung kita berasal dari bangsa diri kita juga. Tiap bagian kelompok benda yang kita lihat menyerupai “seseorang yang berdiri”. Tatanan ditiap bagian langit akan sama diseluruh alam semesta , langit dibagi menjadi tujuh bagian dimana masing-masing bagian dihuni oleh roh kahayangan yang sesuai dengan sifat ketika mereka masih hidup sebagai manusia.

Kelompok tersebut adalah :
  1. Yang mengutamakan ilmu dan kebijaksanaan 
  2. Yang mengutamakan kemampuan tertentu 
  3. Yang mengutamakan kebaikan dan sifat-sifat yang berrtautan dengannya 
  4. Yang mengutamakan kejujuran dan yang berkaitan dengannya 
  5. Yang mengutamakan keterbukaan dan yang berkaitan dengannya 
  6. Yang mengutamakan keadilan dan yang berkaitan dengannya 
  7. Yang mengutamakan hubungan yang jujur dan kesetiaaan dalam perkawinan
Cara hidup roh dikelangitan akan menyamakan dengan tata cara kehidupan di bumi. Tiap manusia dibumi mempunyai lingkungan pekerjaan masing-masing, bedanya adalah bahwa didunia kelangitan ia tidak akan menemui kesukaran, roh kahayangan mampu mengerjakan segala hal kebaikan yang diinginkannya. Pandangan, pendengaran, dan perasaan mereka lebih baik daripada roh yang berada didalam daerah astral, gerakan mereka juga lebih bebas dan tidak ada yang mengulanginya, jarak yang jauh dapat ditempuh dalam beberapa detik saja.

Tata cara kehidupan didaerah asteral juga sama dengan keadaan di daerah kelangitan, meskipun demikian, di daerah kelangitan segalanya lebih menyenangkan dan lebih mudah. Karena roh kahayangan telah menanggalkan sifat kebinatangannya maka ia telah menjadi makhluk lain. Pikiran dan tindakannya hanya berdasarkan kebenaran dan kebaikan. Semua sifat yang terkait dengan keburukan telah ditiadakan karena roh kahayanga hanya di selimuti oleh badan jiwa kerohaniannya. Sedangkan jiwa kerohanian nya terdiri atas segala kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang terdapat di langit dan akan membantu roh dalam melakukan tugaznya. Keadaan kelangitan terdiri dari kenikmatan dan kesenangan, para roh sesuai sifat dirinya ditempatkan oleh pimpinan roh kahayangan sesuai daerah penugasannya, disini ia akan berbuat kebaikan demi kebaikan bagi manusia, binatang dan tumbuhan. Dalam skala yang kecil, kenikmatan yang sama terdapat dibumi, bedanya adalah bahwa untuk mencapainya untuk dibumi harus dengan mengalahkan kesukaran yang besar dan pengorbanan, di kelangitan untuk melakukan kebaikan sangatlah mudah.

Karena roh kahayangan didunia kelangitan telah menanggalkan secara keseluruhan “nafsu kesenangan, dan keinginannya”, mereka hanya mengenal “kejujuran, keterbukaan, kebajikan dan cinta”, di dunia kelangitan, keadaanya ideal, yaitu bebas dari kebencian, iri hati, kecemburuan dan sifat buruk lainnya. Roh yang baru tiba di dunia kelangitan aan disatukan dengan “kembaran jiwa atau jodohnya”, bila jodohnya sudah berada disana. Bial belum ada, ia akan menunggu kedatangannya, bisa dibayangkan kebahagian roh di kahayangan ini. Perkawinan di dunia kelangitan bukan merupakan pertemuan badaniah, melainkan pertemuan cinta abadi dunia kelangitan. Cinta dalam perkawinan di dunia kelangitan dapat disamakan dengan kepuasan yang di dapat oleh manusia semasa hidupnya. Bagi yang menikah di dunia kelangitan akan bertempat tinggal dirumah-rumah yang letaknya tersendiri, dan kadang juga di kelilingi oleh keluarga terdekatnya. Pasangan di dunia kelangitan belum tentu sama dengan pasangan nya sewaktu masih menjadi manusia di bumi, akan tetapi bisa juga pasangannya adalah roh dari pasangannya ketika menjadi manusia di bumi apabila ketika di bumi sudah menemukan “kembaran jiwanya”. Meskipun demikian jarang sekali terjadi satu perkawinan yang sempurna di bumi.

Sifat yang sama seperti dibumi terdapat pada bayangannya yang terletak di kaki kiri tingkat langit pertama, disana terdapat suatu bayangan bumi yang sama dengan apa yang terdapat di bumi kita ini. Di daerah langit pertama terdapat planet-planet yang tidak terhitung banyaknya, akan tetapi keadaannya lebih baik dari bayangannya yang ada di bumi. Semakin tinggi tingkat kelangitan semakin baik, kelangitan kedua merupakan tempat yang lebih baik lagi bagi kelahiran kembali roh kahayangan, tiap peralihan dari dunia nyata ke dunia kelangitan atau sebaliknya, terjadi melalui proses kematian yang tunduk pada hukum yang sama, seperti yang ada di bumi. Pada tahap peralihan ke dunia yang nyata, roh yang baik akan dilahirkan kembali dan diberi kesempatan untuk menambah kemampuannya, keadaan diplanet-planet diman roh yang baik akan dilahirkan kembali, tidak berbeda banyak dengan apa yang terdapat di daerah kelangitan,.

Planet-planet kelangitan merupakan surga bila dibandingkan dengan apa yang ada dibumi kita ini. Cara pengaturannya pemerintahan dari tujuh buah kelangitan ditugaskan pada roh utama, yang dinamakan “ penguasa kelangitan”. Penguasa ini bertempat tinggal di daerah kelangitan yang keenam. Pekerjaannya di Bantu oleh dua roh kahayangan yang berpangkat lebih rendah dan yang menguasai daerah “ arupa” dan daerah “rupa”. Sedangkan tiap daerah kelangitan dan tiap benda langit di suatu daerah kelangitan dipimpin lagi oleh “ roh kahayangan utama” lainnya. Roh kahayangan ini memimpin juga daerah kelangitan di samping “ Yang maha Kuasa”. Sang maha Kuasa berada pada tiap benda langit di daerah “astral”, dan daerah “ nyata” di wakili oleh roh-roh kelangitan utama serta berjuta-juta roh lainnya. Pemerintahan ini begitu sempurnanya sehingga “ Yang Maha Kuasa” terwakili juga di benda yang sekecil-kecilnya sampai di dalamnya diri seorang “manusia”.

Seperti digambarkan dalam tiga bab terakhir ( kelahiran kembali), manusia naik dari batu hingga menjadi roh kelangitan utama, ketika menjadi manusia, seseorang menghadapi begitu banyak kesulitan, meski demikian kesulitan itu terbilang kecil dibandingkan dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Hidup sebagai manusia sangat pendek apabila dibandingkan hidup “roh”, kehidupan sebagai manusia hanya satu langkah apabila dibandingkan kita melihat perjalanan panjang ini. Bagi manusia yang hidup wajar, orang yang meninggal karena sakit atau usia lanjut adalah tidur secara perlahan, dengan demikian kematian bukanlah sesuatu yasng perlu ditakuti. Kematian bisa jadi merupakan akhir dari penderitaaan panjang di bumi, meskipun perpisahan dengan keluarga melalui kematian sangat berat, masih ada harapan untuk bertemu kembali di alam fana atau di kehidupan lain yang baru.

( 14) Roh Halus yang berasal dari Alam

Selain roh-roh yang berasal dari manusia, di bumi juga terdapat roh-roh halus alam yang tidak kelihatan. Mereka bukan berasal dari roh manusia, melainkan merupakan makhluk halus dari tujuh unsur alam. Lima unsur diantaranya telah ditampakkan, dua lainnya tidak ditampakkan. Tjuh unsur ini berasal dari kekuatan “Ketuhanan” berikut kekuasaannya dan kemampuanNya yang merupakan “penyebab” (uphadi) dari terjadinya semua yang ada. Diantara lima unsur utama tersebut adalah Ether, yang masuk dalam segala ruangan (akasha) yang ada. Ether merupakan lapisan udara atas atau “udara ringan” yang menutupi atau menyelimuti segala benda langit dan merupakan sumber dari semua yang ada. Makhluk halus alam dari Ether adalah I’Vasu’. Kepala dari I’Vasu dinamakan Indra.

Empat unsur alam lainnya adalah bumi, air, udara dan api. Ini merupakan kekuatan penerus dalam ala mini yang menyebabkan kehidupan dan pertumbuhan . Makhluk halus dari unsur – unsur alam ini mengendalikan “unsur utama” yang berada dalam diri manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, bebatuan dan unsur pertambangan. Unsu ini peka terhadap pikiran manusia dan dapat dipengaruhi oleh getaran pikiran manusia, baik yang sengaja maupun tidak. Roh halus yang dijadikan alat oleh pikiran dan kemauan manusia akan memiliki kekuatan maha dahsyat.

Roh-roh halus yang berasal dari unsur bumi dinamakan Lyaksha, dari unsur air dinamakan Apsara, dari unsur udara dinamakan Granduwa, dan dari api dinamakan Salamadala. Kepala roh yang bersal dari unsur bumi dinamakan KshPti, dari air dinamakan Waruna, dari udara dinamakan Pawana dan api dinamakan Agni, roh halus tersebut memiliki jenis laki-laki atau perempuan.

Semua roh halus yang berasal dari unsur ala mini mempunyai bentuk tubuh manusia meskipun melalui daya pikirannya mampu mengubah dirinya menjadi bentuk lain. Makhluk-makhluk halus dan unsur yang berada di dunia halus disebut “ roh halus alam” dan menempati dunia daerah astral dan daerah nyata, dan mempunyai 2400 tingkatan, sesuai dengan tingkatan zat alam yang menjadi sumbernya. Mereka adalah “wahana“ yang menjadi sarana atau kendaraan makhluk halus tersebtu juga memiliki 2400 tingkatan, dari segi jenis, di dunia ini terdapat 350.000 jenis roh halus alam. Roh tertinggi yang berada dalam alam mempunyai badan kerohanian, sedangkan roh halus alam mempunyai badan halus. Roh halus yang berada di daerah nyata mempunyai bentuk badan “etheris”. Untuk menampakkkan diri kepada manusia dalam bentuk badan yang nyata, mereka tidak dapat menggunakan zat tubuh manusia, mereka membentuk diri dengan pertolongan daya pikirannnya, dan penampakan dirinya berbentuk ringan dan transparan. Mereka tidak seperti jiwa manusia yang dengan menggunakan zat tubuhnya dapat menampakkan dirinya dalam bentuk padat. Meskipun roh halus alam dapat berbicara sesuai dengan daerah keberadaannya, mereka tidak dapat memasukkan diri dalam pikiran atau ingatan dari manusia, jadi mereka dapat menampakkan dirinya seolah jiwa dari manusia, namun tidak dapat menampakkan dirinya sebagai bentuk jelmaan manusia. Meski mereka dapat berbicara dalam bahasa dari Negara dimana mereka tinggal, mereka tidak mungkin untuk mengerti pikiran atayu niat dari roh yang berasal dari manusia. Mungkin mereka dapat meniru rupa atau bentuk roh badan manusia, namun tidak dapat menyerupai bentuk badan jelmaan roh manusia.

Di Naraka bagian bawah atau bumi, terdapat roh-roh alam yang perkembanganntya dapat disamakan dengan binatang-binatang yang mempunyai tingkat agak tinggi, perkembangan dirinya akan meningkat cepat bila mereka meningkat lebih tinggi. Roh halus alam yang berdiam di bumi atau naraka yang pertama dapat disamakan perkembangannya dengan manusia dalam perkembangannya yang rendah. Roh-roh alam halus yang berada dalam daerah astral perkembangannya lebih baik daripada roh manusia yang ada disana. Hal yang sama juga berlaku bagi roh halus alam yang berada di daerah halus. 

Perkembangan dari roh-roh halus alam ternyata garisnya lebih pendek, namun sukar dibandingkan roh-roh halus manusia. Hubungan antara roh-roh halus alam dan roh-roh halus manusia yang berada di naraka tingkat tujuh, keenam dan kelima sangat buruk. Mereka selalu bermusuhan, karena roh-roh halus alam dapat mempunyai kekuatan yang maha dahsyat, roh-roh halus manusia yang berada di daerah ini menjadi sangat menderita. Di Naraka yang keempat, ketiga dan kedua hubungannya lebih baik, namun tidak bersahabat, di bumi atau naraka tingkat pertama, roh-roh halus alam ini takut terhadap manusia. 

Roh-roh halus ala mini dapat menipunya namun tidak berbuat jahat, mereka mengganggu manusia karena itulah dinamakan “setan” dan ditakuti oleh manusia. Di dunia roh halus, hubungan antara roh manusia dan roh alam cukup baik, meski cara hidupnya mereka berbeda, mereka tetap saling menolong. “Dilangit, mereka saling menduduki jabatan yang penting-penting, perbedaannya, dalam lingkungan pekerjaan makhluk halus yang berasal dari alam dan roh-roh yang berasal dari manusia di daerah kelangitan adalah yang berasal dari alam adalah merupakan pemelihara dari daerah kelangitan, sedangkan roh-roh yang berasal dari manusia memegang pemerintahan di daerah ini”.

Sifat “tbuh” roh halus dari alam tidak dapat dirusak dan tidak dapat sakit atau mengalami penderitaan, karena masing-masing dari roh halus alam mempunyai lingkungan tugas tersendiri maka mereka tidak bersaing satu sama lain. Disebabkan badan halusnya, roh halus alam dapat berdiam di bumi tanpa halangan, mereka juga dapat bergerak amat cepat diudara, dan di daerah keduniawian menghidupkan dan memperkuat dirinya dengan bernafas dan menghisap zat etheris yang tersedia, mereka juga menyukai bau harum bunga tetapi mereka tidak menyukai beberapa bau manusia, oleh karena itu mereka menghindari tinggal di daerah tempat tinggal manusia. Mreka punya warna tersendiri yang menandakan tingkatan dan jenisnya, karena itulah mereka hidup berkelompok sesuai dengan warnanya, mereka juga mematuhi mantra yang dapat menghasilkan warna sesuai kelompoknya.

Perkembangan roh-roh halus ala mini dapat melampaui perkembanga tumbuhan, binatang ataupun manusi, umur mereka juga tidak lebih panjang dari umur manusia, namun mendekati umur manusia rata-rata, bila mati, setelah melalui proses pembusukan, badan halus mereka kembali ke daerah astra untuk kemudian melalui inkarnasi dilahirkan kembali sebagai roh halus alam di dalam badan etheris, meski demikian , proses kelahiran kembali mereka tidak seperti proses kelahiran kembali manusia yang dilahirkan melalui ibunya. 

Ada beberapa roh alam yang berinkarnasi dalam tubuh seseorang ana k manusia yang hendak meninggal, ketika jiwa sang anak meninggalkan tubuhnya, roh halus alam segera memasukinya dalam kelahirannya kembali , biasanya dengan bantuan mantra anak yang hendak meninggal diisi oleh roh alam, anak tersebut tidak jadi mati tetapi akan mempunyai kebiasaan dan perbuatan yang berbeda dari sebelumnya, anak-anak demikian juga disebut “ anak peralihan”. Para pendeta atau ulama biasanya memiliki kemampuan untuk memanggil roh halus alam dan mengisi tubuh anak yang kehilangan jiwanya.

Dukun yang menjalani ilmu hitam dapat meminta pertolongan roh halus dengan mengucapkan beberapa mantra, akan tetapi cara demikian ini berbahaya bagi si dukun, karena dapat menimbulkan permusuhan dan mungkin juga pembalasannya, meski tidak berkemampuan untuk mempengaruhi kemauan manusia, roh-roh halus alam mempunyai kemampuan lain yang dapat mengalihkan pandangan atau penglihatan, manusia yang dipengaruhi akan melihat atau merasakan sesuatu hal lain dari biasanya, pemanfaatan lainnya yaitu dilakukan “fakir” yang membuat pertunjukan aneh-aneh yang tidak dapat dipahami oleh manusia biasa.

(15) Kelahiran Kembali

Di dalam bab badan halus di ceritakan bahwa sebelum dapat pindah dari bumi ke kelangitan pertama, jiwa harus berada dalamkeadaan Moksha, yaitu bebas dari nafsu, kesenangan dan keinginan. Sedangkan dalam bab Kekuatan Kemauan di terangkan bila manusia meninggal dengan karma Kriyaman, yaitu karma yang dimana akibatnya akan terasa dalam penghidupan kemudian dari manusia maka roh terpaksa akan dilahirkan kembali untuk menanggung akibat dari karmayang pernah dilakukan. Manusia yang meninggal dengan karma Kriyaman, ia tidak dapat Moksha. Roh akan selalu dilahirkan dan berada di bumi hingga akhirnya ia akan meninggal sebagai manusia dengan karma yang sesuai, jadi kelahiran kembali adalah akibat dari hukum karma, sedangkan kemampuan dan kepintarannya sebagai manusia dapat dimanfaatkan menhilangkan akibat buruk dari karma.

Selama hidup di dunia, manusia memperoleh pengalaman dan pengetahuan, setelah kematiannya, pemikiran dan kemauan yang rendah ( mengandung sifat kebinatangan) akan dibersihkan oleh rohnya, dan dalam proses ini maka kemampuan dan pengalaman pemikiran kebinatangannya akan diubah menjadi cara berpikir yang lebih tinggi dari roh kerohaniaannya. Dalam proses peralihan roh (jiwa) kerohanian, roh kebinatangan yang ada ditakdirkan dibawa ke dunia kelangitan dan secara perlahan musnah disana. Akhirnya, jiwa kebinatangan dan pemikirannya akan hilang sebagai bayangan. Dalam peralihan ini, kemampuan dan pengalaman diabadikan dan tidak akan hilang, peralihan ini berjalan dengan mengikuti hukum Antahkarana, yaitu jalan yang dapat digambarkan sebagai antara pemikiran tinggi dan pemikiran yang lebih rendah atau zat yang menghubungkan keduanya.

Setelah peralihan terjadi, semua roh memiliki keinginan kuat untuk menebus dosa-dosanya dimasa lalu, keinginan ini memungkinkan pemikiran dan kemauan dalam badan yang baru untuk tidak akan melakukan kesalahan lagi, seperti dalam kehidupan sebelumnya, roh yang dalam keadaan demikian disebut dalam keadaan Trihna atau Tahna, yaitu kekuatan keinginan dari “perasaan yang lalu” Dalam proses peralihan dari daerah astral ke dunia nyata, berlaku hukum Upadana, sebelum masuk dunia nyata, roh akan di selubungi oleh badan halus baru yang lebih baik dari badan halus sebelumnya, pengalaman dan kemampuan masa lalu masih menyertai badan halus baru ini sebagai dasar untuk membangun kemampuan dan pemikiran yang lebih baik, oleh karena itu, tidak heran jika anak-anak sering memiliki kemampuan yang mengherankan orang dewasa.

Bagaimana roh diselubungi dengan badan kasar yang baru ? adalah Upadana atau “keinginan yang keras” yang menimbulkan keinginan atau Issha yang bisa menimbulkan Bhawa atau “kekuatanKarmisch” yang menyertai tiap kehidupan baru dan menghasilkan”zat” yang memberi bentuk. Oleh karena itu, roh yang meninggalkan badannya disebabkan hanya karena keinginannya yang tak kunjung padam akan menghasilkan wujud badaniah tertentu dalam kehidupan baru. Jadi Upadana adalah daya cipta dari bhawa. Wujud-wujud seperti apa yang akan terbentuk sangat tergantung dari karmanya, juga waktu kelahiran kembali manusia disesuaikan dengan letak-letak planet dan tanda-tanda lainnya, sesuai dengan sifatnya yang baru yang akan diperoleh manusia baru tersebut. Waktu kelahiran kembali akan berjalan mengikuti hukum yang pasti, tepat pada waktunya, dan tidak akan lebih awal atau lebih lambat.

Bila hukum dari Antahkarana memperbaiki manusia dalam kelahiran barunya, hukum karma menempatkan manusia baru pada lingkungan yang sesuai dengan kehidupan masa lalunya. Kehidupan masa lalu juga yang membentuk sifat dan tabiat manusia baru tersebut, dalam kehidupan yang sekarang, manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya dengan perkembangan dan perbaikan dari sifatnya. Kelahiran kembali memberi kesempatan pada manusia jahat untuk mempebaiki dan menjalankan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya, dan bila manusia baru ini tidak memperbaiki tabiatnya maka ia akan menjadi manusia “kalah”. Manusia yang yang pada masa kehidupan sebelumnya menjalankan kehidupan yang baik, pad kelahirannya kembali selain dapat menikmati kemampuan dan kepintaran yang didapat di masa kehidupan lalunya, juga akan menikmati akibat dari masa sifat baiknya.

Hukum Antahkarana selain memberikan ingatan yang tetap pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sebelumnya, juga mendorong perkembangan sifat dan kemampuan baik lainnya. Berdasarkan hukum tersebut, manusia yang dilahirkan kembali tidak akan ingat lagi pengalaman dan pengetahuan yang tidak dapat menolongnya dalam kehidupan baru selanjutnya, hukum ini menolong manusia karena bila masih ingat masa lalunya maka manusia akan saling kenal pada masa kehidupan yang sekarang. Kalau orang saling kenal pada kehidupan masa lalunya maka seseoraqng penjahat yang dilahirkan kembali akan selalu dikucilkan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Hukum keterkaitan Abadi 

Hukum-hukum diatas bila dirangkum menjadi satu akan merupakan “satu hukum” lagi yaitu hukum “keterkaitan abadi”. Ini menjelaskan bahwa manusia diberi kesempatan untuk dilahirkan kembali berkali-kali sehingga akhirnya menjadi manusia yang sempurna dslam segi pengetahuan, kemampuan, pengenalan diri, kebaikan, ataupun kearifan. Setelah kesempurnaan terca[ai maka hukum ini tidak akan berlaku lagi, dalam kedaan demikian, akhirnya manusia setelah kematiaan, astralnya akan dihidupkan kembali di bagian bumi yang terletak di langit pertama yang memang sesuai baginya. Setelah manusia dapat mencapai keadaan ini, perbedaannya, yang satu lebih cepat dari yang lain karena manus8ia di dunia bebas menentukan sendiri perjalanan hidupnya, perbedaan yang besar dari bakat peradaban dan kemampuan dari manuisa telah menunjukkan pada penghidupan masal lalu disebabkan oleh proses perkembangan yang terjadi.

Keadaan nasib manusia yang berbeda dimana ada kehidupan yang sejahtera dan ada yang sengsara, tidak bisa dilihat sebagai ketidakadilan”Tuhan”. Kondisi ini harus dilihat sebagai proses perkembangan manusia untuk menjadi manusia yang sempurna. Bukankah Tuhan memiliki sifat yang “Maha Tinggi” dan “Maha Mengetahui” dari “ kejujuran”, “kebaikan”, dan “kecintaan”? Bagi mereka yang telah mencapai perkembanga yang tinggi dalam kehidupannya, hidup rohaniahnya makin lama makinsempurna karena dalam dunia halus telah mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Untuk sa,pai ke tingkat Moksha, manusia sudah harus dapat menyelesaikan kewajibannya di dunia dan meninggal dengan karma yang sudah diselesaikan. BIlamana manusia masih ada keinginan material atau masih ada nafsu dan kemauan untuk memuaskannya, ia tidak bisa Moksha dan masih terikat hukum karma, Bila Moksha dilakukan dengan kemauan yang mantap maka ia akan berhasil. Untuk mengakhiri karma tidak hanya diperlukan pengenalan diri yang sempurna, tetapi jua menjaga untuk tidak menimbulkannnya lagi dengan yang baru, kejahatan harus dibalas kebaikan, juga menjaga segala tindakan agar didasarkan pada “cinta”, “sayang”, “ dan “kebaikan” pada sesama, juga harus menjaga dari sikap sedih dan duka cita. .

Bila dalam perkembangannya dapat mencapai tingkat tersebut maka” ketidakpuasan” yang merupakan sumber dari kejahatan akan hilang, maka begitu ketidakpuasan hilang maka perasaan tenag dan tujuannya tercapai dan dengan tercapainya tujuan maka berakhirlah Kannanya dan mencapai tingkat Samana yaitu manusia sempurna.