Kamis, 06 Oktober 2011

DAUN INSULIN dan DIABETES

Kalau kita bicara soal diabetes atau kencing manis, maka kita harus bicara juga soal insulin. Karena insulinlah penyebab utama mengapa gula darah (blood glucose) di dalam tubuh kita tidak bisa dikendalikan dengan normal. Banyak ahli mengatakan bahwa jika mau kendalikan gula darah (blood glucose), maka harus mampu kendalikan insulin. Insulin merupakan salah satu hormon didalam tubuh manusia yang dihasilkan oleh sel beta pulau lengerhans yang berada didalam kelenjar pancreas. Insulin dapat juga disebut protein yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula (glucose) didalam tubuh.

Tanaman herbal  dan Diabetes.

Tanaman obat merupakan warisan budaya asli Indonesia. Tanaman obat yang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit berdasarkan pengalaman disebut sebagai jamu. Jamu sebagai obat tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu harga terjangkau, memiliki formulasi bahan kimia lebih rendah sehingga lebih aman digunakan, dan mengobati langsung ke akar penyakit. Indonesia kaya akan tanaman obat dan salah satu tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit yaitu tanaman daun insulin yang memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk dijadikan jamu paitan karena rasanya sangat pahit. Jamu paitan daun Tithonia dipercaya ampuh untuk mengobati penyakit berbahaya diabetes mellitus. Kandungan zat dalam daun Tithonia dapat menurunkan kandungan gula darah. Karena kegunaan inilah tanaman ini dijuluki sebagai daun insulin.

Sekilas Diabetes Mellitus 

Diabetes mellitus dibagi menjadi dua tipe yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana hormon insulin yang dihasilkan kurang atau tidak ada sama sekali. Diabetes mellitus tipe 1 ditemukan pada mereka yang berusia muda dan merupakan bawaan genetik. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan kondisi dimana tubuh mampu menghasilkan hormon insulin tetapi reseptor terhadap hormon insulin tidak bekerja dengan baik. Diabetes mellitus tipe 2 ini kebanyakan diakibatkan karena obesitas, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Adapun ciri - ciri seseorang terkena diabetes mellitus yaitu:

1. Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab
2. Frekuensi buang air kecil meningkat
3. Penglihatan kabur
3. Sering haus
4. Lesu dan kurang tenaga

Sekilas Tanaman Daun Insulin 

Tanaman daun insulin memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini berasal dari meksiko. Nama lokal untuk tanaman ini yaitu rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait dan harsaga. Sebagian masyarakat menyebutnya tanaman paitan karena tangan akan terasa pahit jika memegang daun tanaman ini. Tanaman ini jarang sekali dibudidayakan dengan sengaja melainkan hanya digunakan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini juga banyak tumbuh liar di pinggir sungai atau pekarangan. Tanaman yang dikenal sebagai Mexican Sunflowe ini memiliki ciri berdaun menjari, batang berkayu dengan tinggi 1 meter dan memiliki bunga berwarna kuning menyerupai bunga matahari.

Tanaman daun insulin ini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang menanam daun insulin di halaman rumah merupakan keluarga penderita diabetes. Diluar negri tanaman ini populer dengan sebutan mexican sunflower dan biasa digunakan sebagai antidiabetes dan anti virus oleh masyarakat taiwan. Di negara Kenya tanaman ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Sementara di Nigeria, tanaman daun insulin ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk obat malaria, liver, dan radang tenggorokan.


Tanaman daun insulin biasa dijadikan tanaman pagar


Daun insulin memiliki tipe menjari


Bunga daun insulin mirip bunga matahari

Bukti ilmiah

Penelitian mengenai tanaman daun insulin ini memang belum banyak di lakukan di Indonesia. Beberapa penelitian di lakukan di luar negri seperti yang dilakukan oleh Toshihiro Miura dkk dari Departement of Clinical Nutrition, Suzuka University of Medical Science, Jepang pada tahun 2005. Riset ini dilakukan dengan memberikan ekstrak ethanol daun Tithonia pada tikus penderita Diabetes Mellitus 2 yang memiliki berat badan 20 – 25 gram. Konsentrasi larutan yang digunakan yaitu 100 mg/kg, 500 mg/kg, dan 1.500 mg/kg berat badan. Sebagai kontrol digunakan tikus yang diberi air destilasi 20 ml/kg. Kadar gula darah dalam tubuh tikus diukur setiap minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gula darah tikus yang diberi ekstrak etanol Tithonia mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol semakin tinggi pula penuruanan kadar gula darah. Pada konsentrasi ekstrak etanol 1.500 mg/kg mampu menurunkan kadar gula darah tikus yang semula 509±22 mg/dl menjadi 340±14 mg/dl 7 jam pasca perlakuan. Sedangkan pada tikus kontrol kadar gula darahnya tetap.

Cara membuat jamu daun insulin

Cara membuat jamu daun insulin sangatlah mudah, yaitu:
1. Ambil 10 lembar daun insulin (bisa daun segar ataupun daun yang sudah kering)
2. Rebus dalam 4 gelas air 
3. Biarkan rebusan sampai tersisa 3 gelas
4. Diminum saat hangat atau dingin. Ampas sisa rebusan dapat direbus kembali hingga warna bening.

Untuk penyembuhan jamu daun insulin dapat konsumsi 3x sehari (setiap minum 1 gelas). Jika gula darah sudah turun frekuensi konsumsi jamu bisa dikurangi menjadi 2x sehari dan 1x sehari. Rutin memeriksakan kadar gula darah sangat penting dilakukan untuk mengontrol gula darah. Pengobatan diabetes mellitus dengan jamu daun insulin juga harus dibarengi dengan diet gula.

Pengalaman pribadi saya

Pada bulan September 2011,  Saya didiagnonis menderita Diabetes Tipe 2 dan dirawat di rumah sakit Dr Moewardi Solo dan di amputasi jari tengah kaki saya. Gula darah naik hingga mencapai angka 310. Angka ini tentunya  bisa menyebabkan koma diabetik. Penurunan gula darah dilakukan dengan penyuntikan insulin oleh dokter setiap 3 x sehari . Dalam satu hari penyuntikan insulin bisa mencapai 24 mm per hari. Pengobatan yang sangat ekstrem menurut saya. Penyuntikan insulin dihentikan setelah gula darah turun menjadi rata2 150 di bulan februari 2012 setelah meminum Daun insulin yg di tambah sarang semut dan Sirih merah selama 6 bulan sehari 2 kali hingga sekarang. Diet karbohidrat ( 1500 KKal/hari) tetap saya lakukan secara rutin dan dibarengi dengan pengobatan herbal seperti di atas secara kontinyu

Selama rawat jalan, banyak informasi mengenai pengobatan herbal diabetes dengan daun insulin. Informasi ini didapat dari teman dan kerabat yang memiliki penyakit diabetes. Pengobatan dengan herbal daun insulin ini mulai saya lakukan setelah mendapatkan daun insulin dari sesama penderita di daerah Jaten Karanganyar. Jamu daun insulin dikonsumsi rutin 2x dalam sehari pagi dan sore. Perubahan kondisi fisik yang terasa lebih segar dan lebih baik. Setelah saya konsumsi jamu daun insulin yang saya campur dengan daun sirih merah dan Sarang semut selama 6 bulan dilakukan pengecekan, kadar gula darah dan hasilnya sangat luar biasa yaitu kadar gula darah turun menjadi 150. Hasil yang sangat menggembirakan. Pengobatan dilakukan secara rutin selama dua minggu hingga kadar gula menjadi 135. Pengontrolan gula darah tetap dilakukan dengan diet gula dan cek rutin kadar gula darah. Konsumsi jamu daun insulin menjadi 1x sehari untuk pencegahan kenaikan kadar gula darah. Selama pengobatan herbal dengan jamu daun insulin, pengobatan dengan suntikan insulin atas saran dokter dihentikan dan hanya di gunakan seperlunya hingga saat ini. 

Tidak Perlu Ragu

Pengalaman pribadi ini merupakan salah satu dari banyak bukti penyembuhan diabetes dengan daun insulin. Hal ini merupakan bukti bahwa penggunaan obat herbal tidak hanya bisa dijadikan obat alternatif, melainkan dapat dijadikan obat pilihan yang menjanjikan. Kasus yang  saya alami merupakan satu dari sekian banyak bukti keampuhan obat herbal. 

Sebagai warga Indonesia yang menghargai budaya, maka kita wajib melestarikan jamu sebagai warisan bangsa. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi obat herbal karena lebih minim efek. Harga yang ditawarkanpun jauh lebih terjangkau. Jika obat herbal masih dilihat sebelah mata karena harga yang murah itu merupakan pola pikir yang salah. Obat bukan perkara harga tapi perkara manfaat. Indonesia kaya akan tanaman obat dan tanaman obat sangat mudah dijumpai. Obat herbal ada bukan juga untuk mematikan dunia kedoteran dan farmasi. Disinilah letak kekuatan obat herbal. Sama - sama bekerja untuk saling menguatkan. Karena pengobatan adalah pilihan. Dan konsumsi obat herbal dapat menjadi pilihan keluarga Indonesia serta dapat mendukung upaya Indonesia untuk membawa Jamu Sebagai Warisan dan Budaya Indonesia ke kancah dunia melalui UNESCO.

Daun Insulin  disebut juga dengan Yakon , nama botaninya Smallanthus sonchifolia, tanaman asal Pegunungan Andes, Peru bisa untuk atasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).  Di sinyalir daun insulin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman di konsumsi. Pohonnya mempunyai bunga berwarna kuning ( seperti bunga matahari) dan gampang sekali di tanam. Dapat tumbuh di daerah panas maupun bernuansa dingin seperti di daerah puncak.

Daun yakon dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Dan dapat meningkatkan efek insulin dan obat diabetes sehingga bagi pemakai daun yakon perlu dilakukan pengecekan kadar gula darahnya sebelum dan selama pemakaian daun yakon.  Daun yakon dapat dikonsumsi seperti meminum jamu dengan cara dikeringkan dahulu atau daun segar direbus kemudian airnya diminum 2 sampai 3 kali sehari satu cangkir


yakon-usia-1bulan


Cara mengkonsumsi daun insulin dengan merebus 3 sampai 5 lembar daunnya dengan air lebih kurang 1 liter. Direbus sampai air mendidih dan biarkan sampai lebih kurang 10 menit, baru api dimatikan. Dengan minum air rebusan ini setelah 3 hari khasiatnya akan terlihat. Akan tetapi seperti yang dipaparkan diatas, asupan makanan perlu di perhatikan juga pengontrolan secara rutin. Jika setelah mengkonsumsi rebusan air daun insulin kadar gula darah berada di bawah normal, maka hentikan sementara . Rasa air rebusan daun insulin sangat pahit ( bagi yang tidak tahan rasa pahit, akan sulit menelan air rebusan ini). 

Penyakit diabetes dapat berdampak pada datangnya penyakit yang lain. Seperti , pendengarannya menjadi terganggu terutama pada frekwensi tinggi. Menurut dokter THT  hal itu diakibatkan karena penyakit Diabetes dan tekanan darah tinggi. 

Sesungguhnya begitu banyak hasil alam Indonesia yang belum kita ketahui manfaatnya, contohnya pohon insulin ini. Semasa dari kecil, rasanya sudah tidak asing akan pohon ini. Hanya saja nama yang di kenal bukan pohon insulin dan sama sekali tidak dilirik oleh masyarakat walau hanya sebagai tanaman hias. Maklum …. bunganya tidak terlalu menarik dan sama sekali tidak menebarkan aroma harum seperti bunga mawar dan melati misalnya. Malah terkesan agak bau. Siapa sangka beberapa tahun terakhir ini pohon ini sengaja di budidayakan dan dari hasil browser baru ku ketahui ternyata obat tradisional ini sudah di racik dan di buat berbentuk kapsul yang siap di konsumsi. Dengan demikian rasa pahit dapat ditanggulangi dan bagi yang tidak tahan dengan rasa pahit dapat ikut mengkonsumsinya. 

Manfaat Daun insulin :

Daun yakon juga mempunyai banyak khasiat, seperti :

1. Sebagai obat diabetes
2. Sebagai penguat hati dan obat masalah hati
3. Sebagai antimikrobial untuk ginjal dan infeksi kandung kemih
4. Sebagai antioksidan (terutama pada hati)

Minum daun insulin untuk meningkatkan produksi insulin dalam tubuh oleh pankreas. akan tetapi apabila usus kita (usus halus) tidak dapat menyerap dengan maksimal akan tetap saja percuma.

Dan kalau masalah diabetes saya menganjurkan agar anda menangani masalah pencernaan terlebih dahulu, sebelum mengkonsumsi herba yang lain. Apa sebabnya ? Kita tahu bahwa perut adalah sumber penyakit ( lebih dari 80 % penyakit degeneratif termasuk diabetes berasal/disebabkan oleh karena pencernaan yang tidak sehat) 

Banyak orang bilang diabetes tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi kita harus percaya janji Tuhan bahwa Setiap Penyakit pasti ada obatnya. Obat yang utama adalah faktor psikologi si penderita. Sedangkan herba / obat lainnya hanya sebagian kecil dari proses penyembuhan dan Pencernaan perlu dibenahi terlebih dahulu 


Sekilas Insulin dari Medis

Bagaimana insulin dihasilkan

Insulin pertama kali dibuat pada tahun 1921 oleh Frederick Grant Banting. Sekian lama insulin dihasilkan dari ekstraksi pancreas lembu dan babi. Dalam perkembangan selanjutnya insulin dihasilkan dari ekstraksi biosintetis dan rekayasa genetika yang menghasilkan insulin yang sama dengan insulin manusia.

Bagaimana insulin berfungsi

Pemberian insulin kepada penderita diabetes hanya bisa dilakukan dengan cara suntikan, jika diberikan melalui oral insulin akan rusak didalam lambung. Setelah disuntikan, insulin akan diserap kedalam aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Disini insulin akan bekerja menormalkan kadar gula darah (blood glucose) dan merubah glucose menjadi energi.

Jenis insulin

Insulin dapat dibedakan atas dasar:

  1. Waktu kerja insulin (onset), yaitu waktu mulai timbulnya efek insulin sejak disuntikan.
  2. Puncak kerja insulin, yaitu waktu tercapainya puncak kerja insulin.
  3. Lama kerja insulin (durasi), yaitu waktu dari timbulnya efek insulin sampai hilangnya efek insulin.
  4. Insulin kerja cepat, bentuknya berupa larutan jernih, mempunyai onset cepat dan durasi pendek.


Insulin kerja sedang, bentuknya terlihat keruh karena berbentuk hablur-hablur kecil, dibuat dengan menambahkan bahan yang dapat memperlama kerja obat dengan cara memperlambat penyerapan insulin kedalam darah. 


Insulin premix (campuran), yaitu insulin yang mengandung insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Insulin ini mempunyai onset cepat dan durasi sedang (24 jam). 


Ada juga insulin yang mempunyai durasi panjang (lebih dari 24 jam).

Pengobatan dengan insulin harus berdasarkan kebutuhan masing-masing individu. Dokter akan memilihkan jenis dan kombinasi insulin yang paling sesuai dengan pola hidup diri anda.

Cara simpan insulin

Insulin adalah sediaan yang stabil apablia disimpan dengan baik. Insulin dalam kemasan yang masih tertutup atau tersegel harus disimpan didalam lemari es pada suhu 2-8 derajat celcius. Insulin tidak boleh disimpan didalam freezer karena insulin yang pernah membeku tidak bisa digunakan lagi.

Insulin yang sedang digunakan bisa disimpan pada suhu kamar sejuk kurang lebih 25 derajat celcius. Faktor yang terpenting yang harus dihindari adalah suhu yang terlalu tinggi dan sinar matahari langsung. Insulin yang terkena sinar matahari dalam jangka waktu lama akan terurai dan menjadi warna kekuningan. Insulin yang sudah berubah warna tidak boleh digunakan lagi.

Insulin jangan disimpan ditempat yang mungkin menjadi terlalu panas, seperti didalam mobil yang tertutup atau diatas televisi. Insulin jangan dikocok terlalu lama karena akan terbentuk gumpalan seperti benang dan harus dibuang karena tidak dapat digunakan lagi.

Jenis alat suntik (syringe) insulin
  1. Siring (syringe) dan jarumSiring dari bahan kaca sulit dibersihkan, mudah pecah dan sering menjadi kurang akurat.Siring yang terbaik adalah siring yang terbuat dari plastik sekali pakai. Walaupun banyak pasien diabetes yang menggunakan lebih dari sekali pakai, sangat disarankan hanya dipakai sekali saja setelah itu dibuang.
  2. Pena insulin (Insulin Pen)Siring biasanya tertalu merepotkan dan kebanyakan pasien diabetes lebih suka menggunakan pena insulin. Alat ini praktis, mudah dan menyenangkan karena nyaris tidak menimbulkan nyeri. Alat ini menggabungkan semua fungsi didalam satu alat tunggal.
  3. Pompa insulin (Insulin Pump)Pompa insulin (insulin pump) diciptakan untuk mneyediakan insulin secara berkesinambungan. Pompa harus disambungkan kepada pasien diabetes (melalui suatu tabung dan jarum). Gula (Glucose) darah terkontrol dengan sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Tanaman Herbal  Lain Untuk Menurunkan Gula Darah

Tanaman Herbal Untuk Menurunkan Gula Darah - Bahan Alami Untuk Menurukan Gula Darah yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menurunkan kadar gula darah atau diabetes mellitus. Berikut ini adalah sajian informasi lengkap mengenai pengobatan penyakit gula darah dengan menggunakan ramuan alami.

Ada beberapa tanaman herbal untuk menurunkan gula darah yang sebenarnya bisa kita gunakan sebagai alternatif penyembuhan penyakit diabetes mellitus atau menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Apa saja tanaman penurun gula darah tersebut? berikut ini adalah beberapa jenis tanaman herbal untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

1. Brotowali

Efek Farmakologi
Analgesik (menghilangkan rasa sakit), anti piretik (menurunkan panas)

Cara Penggunaan

6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan.

2. Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki manfaat sebagai ramuan herbal untuk mengatasi penyakit wasir, sebagai penghilang noda bekas jerawat, bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan (campuran es dan makanan lainnya), dan ternyata manfaat lidah buaya tidak berhenti sampai di situ. Lidah buaya juga sangat efektif untuk menurunkan gula darah atau penyembuhannya. Dan fungsi utamanya adalah sebagai Antiradang atau Pencahar

Cara Penggunaan

1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya kemudian dipotong-potong. Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3x1,5 gelas setiap habis makan.

3. Mahkotadewa

Efek Farmakologi
Antiradang, obat disentri dan obat sakit kulit dan eksim. Adapaun cara membuat ramuan herbal penurun gula darah dari tanaman mahkota dewa, adalah sangat mudah dan anda bisa membuatnya sendiri di rumah.
Siapkan lima hingga tujuh iris buah mahkotadewa lalu seduh dengan satu gelas air panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.

4. Mengkudu

Mengkudu, mungkin anda masih ingat, bahwa buah mengkudu adalah salah satu alternatif untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi atau hipertensi, dan ternyata bukan hanya itu. Mengkudu adalah buah yang termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman herbal untuk menurunkan gula darah. Karena mengkudu dapat memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara Penggunaan
Ambil dua buah mengkudu masak. Parut dan tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

5. Pare

Pare, adalah salah satu jenis sayuran yang memiliki rasa yang khas, ya rasa pahit adalah salah satu sifat yang dimiliki pare. Selain digunakan sebagai bahan-bahan masakan, pare ternyata memiliki manfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Fakta ilmiahnya, pare memiliki kandungan zat yang berperan aktif sebagai penurun gula darah dalam tubuh, diantaranya adalah sebagai Antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas untuk mengeluarkan insulin.

Cara Penggunaan
Ambil 200 gram buah pare segar. Potong-potong lalu buah tersebut bisa dijus atau direbus. Kemudian airnya diminum.

6. Teh Hijau

Teh Hijau adalah bahan dasar minuman yang telah dikenal manfaatnya untuk merawat kecantikan, dan bukan hanya itu, ternyata teh hijau juga memiliki manfaat lain yang tidak kalah luar biasanya, yiatu dapat menurunkan kadar gula darah atau sebagai penyembuh penyakit diabetes mellitus.

Polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jurnal BMC Pharmacology tahun 2004.Sehingga dengan mengkonsumsi teh hijau secara rutin, maka kadar gula yang tinggi dalam tubuh akan mulai stabil, karena kandungan dalam teh hijau tersebut mampu memperbaiki fungsi pankreas untuk dapat memproduksi insulin guna menstabilkan gula darah yang berlebihan tersebut.

Selain dengan menggunakan ramuan herbal yang telah disebutkan di atas sebagai penyembuh diabetes mellitus atau penurun kadar gula darah, ada juga beberapa metode penyembuhan secara tradisional dari bahan alami, ekstrak teripang laut, dan informasi selengkapnya dapat anda simak di 

Demikianlah informasi cara menurunkan gula darah secara alami. Jalani gaya hidup dan pola makan yang sehat, agar penyakit gula darah bisa diatasi dengan cepat. Segera atasi penyakit gula darah yang anda keluhkan dengan tanaman herbal untuk menurunkan gula darah yang telah disediakan alam sekitar kita.

4 komentar:

  1. terima kasih
    informasinya sangat bermanfaat
    mohon ijin copas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. di Bandung biasanya dipake untuk pupuk organik, setelah di fermentasi 2 minggu
    sangat efektif
    ternyata bermanfaat juga untuk diabetes...
    terima kasih

    BalasHapus