Sabtu, 26 Juni 2010

JADILAH GURU ATAS DIRI SENDIRI

Kita berada di sini untuk mencari harta benda yang terlupakan ini dan kita tidak akan pernah menyerah sampai kita menemukannya. Itulah sebabnya kenapa hidup kita tidak pernah puas karena kita senantiasa mengetahui ada sesuatu lainnya, sesuatu yang lebih agung daripada apa yang kita miliki saat ini. Kita bagaimanapun juga sering mengetahui bahwa kita bukanlah wadah ini, tubuh daging beserta tulang belulang ini, karena setelah apa yang kita namakan kematian, tubuh kita akan tetap di sana, tetapi kita tidak dapat bergerak. Kita tidak dapat melakukan apapun, kita tidak dapat mengasihi satu orangpun, kita tidak dapat membuka mulut kita, kita tidak dapat melakukan apapun juga…!

Itulah artinya kita bukanlah merupakan sang tubuh. Ada sesuatu yang bersemayam di dalam tubuh ini sehingga ia dapat bergerak dan bekerja pada waktu kita masih hidup. Sesuatu di dalam tubuh itu akan pergi jika kita mati, jadi kita tidak dapat menggerakkan peralatan tubuh kita. Sehingga, bagaimanapun juga kita mengetahuinya dalam lubuk hati kita yang dalam kita mengetahuinya. Ya, saya tahu! Saya tidak tahu jika saudara-saudaraku tahu. Tahukah kita? Saudaraku semua pasti tahu.

Itulah sebabnya adakalanya ketika Kita memiliki waktu, khususnya ketika Kita berada dalam kesulitan, Kita duduk dan tidak ingin bersama dengan siapapun…!!! hanya ingin sendirian. Lalu Kita berpikir, merenung dan kemudian Kita merasa lebih baik dan lebih baik, karena Kita pikir terdapat sesuatu di sana, sesuatu yang adakalanya menghibur kita dalam kesunyian. Saya sering seperti itu sebelum saya mengetahui pentingnya “ HENENG~HENING “ melalui Kontemplasi, Meditasi, Dzikir. Sehingga adakalanya ketika saya berada dalam kesedihan yang mendalam, sebelum saya mengetahui hal tersebut di atas, saya berdoa secara mendalam, hanya sendirian saja; tidak berdoa dengan nyaring, tetapi benar-benar meratap di batin. Lalu saya merasa seperti ada sesuatu yang mengangkatku ke atas, dan saya merasa begitu ringan dan begitu lega dan saya merasa tiada apapun yang perlu dirisaukan lagi. Itulah saatnya kita menyadari bahwa terdapat sesuatu yang lebih “ Agung “ dari hidup ini, sesuatu yang senantiasa berada di sana mendengarkan kita.

Kebanyakan kita berdoa, dan kita berkata bahwa kita tidak memperoleh jawaban. Hal tersebut karena kita tidak berdoa secara cukup mendalam. Itulah sebabnya kita memiliki lebih banyak jawaban ketika kita berada dalam kesedihan yang mendalam karena kita menjadi benar-benar tulus pada saat itu. Kita menembusi semua lapisan kemunafikan yang kita ciptakan dan kita menembusi kepalsuan Diri kita dan dengan seketika kita bersentuhan dengan Jati Diri. Itulah saatnya kita memperoleh jawaban dari sang Sumber URIP melalui Jati Diri~URIP yang menggerakkan wadah kita, tubuh kita untuk berubah. Guru itu adalah DIRI~URIP kita sendiri yang dalam perjalanannya selalu dibimbing oleh sang sumber URIP dengan “ Rahman dan Rahimnya ” yang tanpa batas. 

Masalahnya adalah…Apatah kita mau BERUBAH~BERGERAK atau tidak…!!!???.

Sebagaimana Pasang-surutnya Samudera. Sebagaimana Gunung yang memuntahkan Laharnya. Sebagaimana Bumi yang bergolak dengan Gempanya. Itulah karakter dan sifat dasar Alam Semesta yang SEJATI~BAIK dan SABAR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar